Pangkas Ekspor Gas ke Singapura, Bahlil Akui Produksi Sumur RI Belum Optimal

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Menko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi/Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, akan mengejar optimalisasi produksi sumur minyak dan gas bumi (migas) untuk memenuhi kebutuhan domestik.

Hal ini dilakukan seiring dengan pemangkasan ekspor gas Indonesia ke Singapura sebesar 31 BBTUD mulai akhir pekan lalu. Alasannya, pemerintah mau memprioritaskan pemenuhan kebutuhan energi dalam negeri.

Bahlil mengakui bahwa masih ada beberapa sumur migas yang belum berproduksi maksimal dan perlu perbaikan, kendati tidak menyebutkan dengan rinci apa saja sumur migas yang dimaksud.

"(Sudah memenuhi) secara maksimal 100 persen, karena ada beberapa sumur-sumur kita yang terjadi penurunan produksi itu memang belum top-up sampai 100 persen," ungkapnya usai acara Forek Hulu Migas 2026, Rabu (28/10).

Dia memastikan proses perbaikan tengah dilakukan untuk mengejar pemulihan produksi gas nasional, sehingga target lifting gas mencapai target yang ditetapkan tahun ini.

"Tapi sekarang lagi akan ada sebagian juga dilakukan perbaikan. Nah, kita lagi kejar agar bisa maksimal produksinya ya," tutur Bahlil.

Berdasarkan catatan realisasi APBN 2026, hingga 31 Agustus 2026, lifting minyak nasional mencapai 575,6 ribu barel per hari (bopd), sementara lifting gas sebesar 926,8 ribu barel setara minyak per hari (boepd).

Realisasi keduanya masih jauh dari target tahun ini, yakni masing-masing 610 ribu bopd untuk minyak bumi dan 984 ribu boepd untuk gas bumi.

Sebelumnya, Bahlil memutuskan pangkas ekspor gas Indonesia ke Singapura. Total ekspor gas pipa Indonesia ke Singapura mencapai 409,55 juta british thermal unit per hari (BBTUD), sedangkan pengurangan yang dilakukan hanya sebesar 31 BBTUD atau sekitar 8 persen dari total ekspor.

Di sisi lain, PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) berhasil mengalirkan gas bumi dari Natuna melalui pipa West Natuna Transportation System (WNTS)–Pemping untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik PLN Batam.

Pengaliran gas dilanjutkan dengan peningkatan laju alir secara bertahap atau ramping up hingga mencapai 15 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) menuju Tanjung Uncang pada pukul 01.01 WIB.

Pengaliran gas melalui WNTS–Pemping diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan gas pembangkit PLN Batam selama pelaksanaan pemeliharaan terencana atau turnaround fasilitas Jambi Merang pada 24 Oktober hingga 3 November 2026.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Gempa M5,3 Guncang Mindanao Filipina, Tidak Berpotensi Tsunami
• 14 jam lalu
0
thumb
Merangkaikan AI dan Manusia, Memayungi Bisnis dari Badai Ancaman Siber
• 18 jam lalu
0
thumb
Polri perkuat kerja sama dengan China dalam pemberantasan narkotika
• 6 jam lalu
0
thumb
Mudik ke NTT untuk Pinangan, Selviana Tewas Dimangsa Buaya Depan Calon Suami
• 13 jam lalu
0
thumb
Erick Thohir: Film The Longest Wait Ungkap Pengorbanan di Balik Perjuangan Timnas Indonesia
• 47 menit lalu
0
Berhasil disimpan.