Warga berharap eskalator mati segera diperbaiki di stasiun Bojonggede, Bogor, Jawa Barat (Jabar). Warga mengaku terpaksa jalan kaki dengan jarak tempuh tiga kali lipat di jalur yang menanjak.
"Saya asli dari Bojonggede, harapannya saya segera diperbaiki sih ya (eskalator mati). Soalnya kan sebelumnya itu kita tinggal naik lift atau pakai eskalator langsung ke atas, sekarang jadi jauh jalan kakinya. Jadi sangat terbantu kalau eskalatornya diperbaiki," kata Jidan ditemui di Stasiun Bojonggede, Rabu (28/10/2026).
Ia mengatakan jarak yang ditempuh jadi semakin jauh lantaran kerusakan eskalator tersebut. Jidan mengaku jalan yang ditempuh jadi tiga kali lipat jauhnya.
"Jelas makin jauh, malah jadi tiga kali lipat (jaraknya). Kalau eskalator kan kita langsung ke atas, karena eskalatornya mati sekarang kita jalan menanjak itu, terus memutar tiga kali, jadi jauh banget kan. Tiga kali muternya tiga kali lipat jadinya," lanjutnya.
Eskalator mati juga mengakibatkan warga semakin kelelahan. Karena harus menempuh jalan menanjak dan melewati lorong skybridge Bojonggede yang cukup jauh.
"Iya ini capek banget, atuh kan kita jadi muter-muter jalannya, tadinya kan naik eskalator, baru jalan kaki lewat skybridge ke terminal," kata Ana (45).
"Terganggu banget pokoknya, belum lagi kalau kita bawa barang kan ya, terus buru-buru. Kita sih mudah-mudahan ada perbaikan, sudah jalan sini jauh ditambah eskalatornya mati, jadi keganggu banget," tambahnya.
Sebelumnya, aksi protes dilakukan pengguna kereta api meminta pihak bertanggung jawab memperbaiki eskalator mati di skybridge Stasiun Bojonggede, Bogor, Jawa Barat (Jabar). Aksi protes disampaikan warga dengan menyimpan karangan bunga di depan eskalator yang mati.
Karangan bunga tersebut dibawa dan disimpan sejumlah warga, pada Selasa (27/10) malam. Warga mengaku mengirim karangan bunga sebagai bentuk protes, agar eskalator mati segera diperbaiki.
"Aku bersama teman teman dari #WargaBersuara pasang karangan bunga tadi malam kak. Tujuannya tentu untuk menyuarakan dan mendesak agar pemerintah yang bertanggung jawab atas fasilitas skybridge ini segera memperbaikinya," kata Fika dihubungi detikcom Kamis (28/10/2026).
"Karena selama ini kami diam saja khawatir dianggap kami tidak masalah dan tidak peduli atas kerusakan yang terjadi, padahal kami semua sangat dirugikan atas adanya kerusakan berbagai fasilitas skybridge terutama eskalatornya," imbuhnya.
Pantauan detikcom, karangan bunga dan sejumlah bunga satuan berjejer di depan eskalator yang tidak beroperasi atau mati. Karangan bunga berada persis di depan gate keluar dan masuk peros stasiun Bojonggede.
Karangan bunga dengan list merah tersebut tampak berisi tulisan 'Warganya Menyala Eskalatornya Mati!!!' serta tulisan 'Semangat Warga Terus Bergerak Eskalatornya Kapan Bergerak'. Di lokasi, tampak juga pouch bunga dengan beragam warna dan tulisan kritik agar eskalator segera diperbaiki.
(sol/dwr)






Komentar (0)