Kemarau Masih Berlangsung, BMKG Sebut Sebagian Wilayah Jatim Hujan karena OMC

suarasurabaya.net
8 jam lalu
Cover Berita

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan, sebagian besar wilayah di Jawa Timur mulai diguyur hujan dalam beberapa hari terakhir karena efek operasi modifikasi cuaca (OMC) yang dilakukan Pemerintah.

Salah satu wilayah tersebut, adalah Kota Surabaya yang dalam dua hari ini terpantau diguyur hujan, dan cuaca cenderung mendung berawan sepanjang hari.

Meski demikian, Tufiq Hermawan Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo menyatakan, kondisi hujan yang melanda berbagai wilayah itu belum menandakan berakhirnya musim kemarau.

Berdasarkan data BMKG, Taufiq menyebut hujan di wilayah Pasuruan, Probolinggo, dan Sidoarjo disebabkan oleh OMC.

“Jadi di wilayah Pasuruan dan Probolinggo saya pastikan juga itu karena operasi modifikasi cuaca,” ujar Taufiq dalam kegiatan Bimbingan Teknis Peliputan Bencana Jawa Timur di Surabaya, Rabu (28/10/2026).

Tufiq menjelaskan, pelaksanaan OMC dilakukan melalui sejumlah sorti penerbangan dengan jalur yang mengarah ke Sidoarjo, Probolinggo, dan sebagian Pasuruan. Kegiatan itu yang kemudian memicu hujan di wilayah-wilayah yang dilalui.

“Karena sorti yang dilakukan ada track-nya itu mengarah ke daerah Sidoarjo, kemudian Probolinggo, dan sebagian Pasuruan, itu yang dilakukan mengakibatkan hujan di daerah-daerah tersebut,” jelasnya.

Selain tiga wilayah tersebut, OMC juga berlangsung di Malang dan sebagian Bondowoso. Sedangkan untuk wilayah Mataraman belum dilakukan.

“Hujan yang terjadi di daerah itu dipicu oleh adanya OMC yang dilakukan oleh tim BMKG, BRIN, dan teman-teman dari BPBD Provinsi,” imbuhnya.

Taufiq menambahkan, hujan yang terjadi di sejumlah daerah Jawa Timur perlu ditinjau berdasarkan wilayah dan kegiatan modifikasi cuaca yang telah dilakukan.

Berdasarkan prediksi BMKG, sebagian besar wilayah Jawa Timur baru turun hujan pada Bulan Desember hingga Februari 2027.

Analisa BMKG menyebut, sebanyak 68 dari 74 Zona Musim (ZOM) di Jawa Timur atau sekitar 90,6 persen wilayah diprediksi baru memasuki musim hujan pada Desember.

Faktor utama yang memicu mundurnya awal musim hujan dipengaruhi oleh menguatnya fenomena El Nino.(wld/fia/ris/rid)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Rusia Tak Lagi Aman! Ukraina Gempur Bunker Bawah Tanah, Pabrik Militer Strategis Ikut Diserang!
• 16 jam lalu
0
thumb
IHSG Diprediksi Masih Tertekan Jelang Keputusan The Fed hingga RUPSLB BEI
• 16 jam lalu
0
thumb
KBRI Kuala Lumpur Selamatkan PMI Korban Penyiksaan hingga Luka Bakar 50 Persen
• 6 jam lalu
0
thumb
Bersiaplah! Dalam Hitungan Jam, The Fed Bisa Jungkirbalikkan Dunia
• 18 jam lalu
0
thumb
Tujuh Hari Berlalu, Kebakaran TPA Supit Urang Malang Belum Padam
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.