JAKARTA, DISWAY.ID – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung kembali menyerahkan bantuan pemutihan ijazah tahap 2 tahun 2026 kepada 2.810 warga Jakarta.
Penyerahan pemutihan ijazah dilakukan saat upacara Hari Sumpah Pemuda kepada perwakilan penerima di halaman Balai Kota Jakarta.
Total bantuan yang disalurkan melalui kolaborasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama Baznas Bazis mencapai sekitar Rp4,6 miliar.
BACA JUGA:Tak Mau Polemik, Pramono Manut Pusat soal Obligasi
Program pemutihan ijazah ini bertujuan membantu warga yang belum dapat mengambil ijazah karena terkendala persoalan ekonomi, administrasi, maupun faktor lainnya.
“Tujuannya agar semua masyarakat di Jakarta yang belum bisa mengambil ijazah, mudah-mudahan Pemerintah DKI Jakarta bisa hadir untuk membantu mengambil ijazah,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta.
Politikus PDI Perjuangan ini mengungkapkan, terdapat penerima bantuan yang telah menunggu selama bertahun-tahun untuk mengambil ijazahnya.
Bahkan, salah satu penerima yang ditemuinya mengaku belum bisa mengambil ijazah sejak 2016.
Menurut Pramono, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi antara Pemprov DKI Jakarta dan Baznas Bazis dalam membantu masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh ijazah.
“Sehingga dengan demikian, kami meyakini bahwa kolaborasi antara Pemerintah Daerah DKI Jakarta dengan Baznas Bazis untuk program pemutihan ijazah ini mudah-mudahan memberikan manfaat bagi masyarakat yang ada,” ujarnya.
Pramono menjelaskan, bantuan pemutihan ijazah tahap 2 tahun 2026 diberikan kepada warga dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), hingga sekolah menengah kejuruan (SMK).
BACA JUGA:Peserta JRF yang Langgar Batas Waktu Diblacklist? Begini Kata Pramono
Selain itu, program ini juga menjangkau 289 penerima dari Sanggar Kegiatan Belajar (SKB).
Hal lain yang menjadi perhatian adalah adanya tiga siswa sekolah luar biasa (SLB) yang turut menerima bantuan pemutihan ijazah.
Pramono menegaskan, program tersebut merupakan upaya pemerintah untuk membantu warga agar tidak kehilangan kesempatan melanjutkan pendidikan maupun mengembangkan masa depan hanya karena terkendala biaya atau persoalan administrasi.
- 1
- 2
- »






Komentar (0)