Psikiater Yale Jelaskan Kecemasan Tak Selalu Berarti Gangguan Mental, Kenali Gejala dan Penyebabnya

pantau.com
11 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Psikiater sekaligus Asisten Profesor Klinis di Yale School of Medicine, Mark Rego, MD, menjelaskan bahwa kecemasan tidak selalu menandakan seseorang mengalami gangguan kecemasan karena kondisi tersebut juga dapat muncul sebagai respons terhadap tekanan hidup atau gejala gangguan kesehatan mental lainnya.

Menurut Rego, kecemasan merupakan gejala psikologis yang umum dan dapat menyertai berbagai kondisi, termasuk depresi.

Dalam penjelasannya yang dimuat Psychology Today pada Selasa (27/10/2026), Rego menekankan pentingnya memahami penyebab kecemasan sebelum menentukan penanganan.

Ia menyebut perceraian, kehilangan pekerjaan, masalah keuangan, dan kematian anggota keluarga sebagai sejumlah peristiwa yang dapat memicu kecemasan.

Kecemasan Berbeda dengan Rasa Takut

Rego menjelaskan bahwa kecemasan merupakan respons otak terhadap ancaman yang dirasakan seseorang, meskipun sumber ancaman tersebut belum tentu jelas.

Kondisi ini berbeda dengan rasa takut yang biasanya muncul ketika seseorang mengetahui secara spesifik hal yang mengancam dirinya.

Kecemasan dapat ditandai dengan kekhawatiran berkepanjangan, ketegangan otot, dan telapak tangan berkeringat.

Sementara itu, serangan panik dapat menimbulkan gejala yang lebih intens, seperti jantung berdebar, pusing, nyeri dada, mati rasa, sesak napas, dan rasa takut yang kuat.

Rego mengingatkan bahwa kemunculan gejala kecemasan tidak otomatis berarti seseorang mengalami gangguan kejiwaan tertentu.

Penilaian lebih lanjut diperlukan untuk membedakan respons terhadap tekanan hidup dengan kondisi yang membutuhkan penanganan profesional.

Penyebab Kecemasan Bisa Berbeda Berdasarkan Usia

Menurut Rego, usia ketika kecemasan pertama kali muncul menjadi salah satu faktor penting dalam memahami kondisi seseorang.

Pada anak-anak dan remaja, kecemasan dapat berkaitan dengan temperamen, lingkungan keluarga, perundungan, atau masalah di sekolah.

Sementara itu, kecemasan yang baru muncul pada orang dewasa dapat berhubungan dengan tekanan kehidupan maupun depresi.

Pada kelompok usia lanjut, keluhan kecemasan perlu diperiksa bersama gejala lain, termasuk perubahan suasana hati dan kemampuan kognitif.

Selain usia, tenaga kesehatan juga perlu mempertimbangkan jenis keluhan, situasi kehidupan, dan gejala lain yang menyertai kecemasan.

Pemeriksaan tersebut membantu menentukan apakah kecemasan berkaitan dengan gangguan psikologis, tekanan situasional, atau kondisi medis tertentu.

Kapan Kecemasan Perlu Diperiksakan ke Profesional?

Rego menegaskan bahwa seseorang yang merasa cemas tidak perlu langsung menyimpulkan dirinya mengalami gangguan kesehatan mental.

Namun, kecemasan yang berlangsung lebih lama dari sewajarnya atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari perlu mendapatkan perhatian.

Pemeriksaan oleh tenaga kesehatan mental juga dianjurkan apabila kecemasan disertai gejala lain yang memengaruhi kondisi seseorang.

Melalui pemeriksaan profesional, penyebab keluhan dapat diidentifikasi sehingga penanganan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu.

Dengan demikian, pemahaman terhadap konteks munculnya kecemasan menjadi bagian penting dalam menentukan langkah penanganan yang tepat.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
KPK Ungkap Isi Tas Sestama BNPB: Dokumen Proyek, Langsung Disita!
• 23 jam lalu
0
thumb
Beredar Poster Rapat Pemakzulan Gibran, Yusril: Bukan dari Kemenko, Alamat Saja Salah
• 4 jam lalu
0
thumb
Saksi Laporkan Roy Suryo soal Tudingan Ijazah: Saya Tak Bisa Tidur Lah, Jokowi Dijatuhkan
• 8 menit lalu
0
thumb
Tersangka Mutilasi Ibu-Anak di Madiun Disebut Berkepribadian Superior dan Punya IQ Tinggi
• 20 jam lalu
0
thumb
7 Fakta Mencengangkan Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Terbaru Polisi Gelar Rekonstruksi 38 Adegan
• 13 jam lalu
0
Berhasil disimpan.