Microsoft Menawarkan Program Pengunduran Diri Sukarela kepada 60.000 Karyawan, Seperempat dari Total Tenaga Kerja

erabaru.net
12 jam lalu
Cover Berita

Menurut laporan NTD, raksasa teknologi Microsoft terus berinvestasi besar-besaran dalam kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), sekaligus berupaya memangkas biaya. Pada 26 Oktober, Microsoft menyatakan bahwa pihaknya sedang menawarkan program pengunduran diri sukarela kepada sekitar 60.000 karyawan, atau sekitar seperempat dari total tenaga kerja perusahaan.

EtIndonesia.com Menurut laporan Agence France-Presse (AFP), juru bicara Microsoft mengatakan bahwa karyawan dengan jabatan setingkat wakil presiden (vice president) ke bawah di sejumlah tim di Amerika Serikat, Kanada, India, dan Inggris memenuhi syarat untuk mengajukan program tersebut. Namun, beberapa karyawan tidak termasuk dalam cakupan program, termasuk sebagian karyawan di tim pusat data, penjualan, dan pemasaran.

Media keuangan Amerika Serikat, CNBC, mengutip seorang sumber yang tidak disebutkan namanya, melaporkan bahwa sekitar 60.000 karyawan Microsoft memenuhi syarat untuk mengikuti program pengunduran diri sukarela tersebut.

Pada April tahun ini, Microsoft mengumumkan program pensiun sukarela pertama dalam sejarah perusahaan selama 51 tahun. Saat itu, sekitar 7 persen karyawan Microsoft di Amerika Serikat memenuhi syarat untuk mengikuti program tersebut.

“Program pengunduran diri sukarela ini mencerminkan arah penting dalam penyesuaian pendekatan kami terhadap pengelolaan perubahan: menciptakan fleksibilitas yang lebih besar dan, jika memungkinkan, memberikan lebih banyak pilihan kepada karyawan agar mereka dapat merencanakan tahap kehidupan berikutnya,” kata Wakil Presiden Eksekutif sekaligus Kepala Sumber Daya Manusia Microsoft, Amy Coleman, menulis dalam memo kepada para karyawan. 

Ia mengatakan, “Program ini dibangun berdasarkan pengalaman yang kami peroleh melalui program pengunduran diri sukarela yang dilaksanakan pada awal tahun ini.”

Untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat terkait AI, Microsoft terus meningkatkan pengeluaran untuk pusat data dan menyediakan layanan komputasi awan (cloud computing) bagi Anthropic, OpenAI, serta banyak perusahaan lainnya.

Investasi tersebut juga memberikan tekanan terhadap kondisi keuangan Microsoft. Pesaingnya di sektor layanan komputasi awan, Alphabet dan Amazon, sama-sama mencatat arus kas bebas negatif pada kuartal kedua. Sementara itu, Microsoft masih mempertahankan arus kas bebas yang positif.

Menurut seorang sumber yang mengetahui persoalan tersebut, beberapa tim pemasaran, penjualan, dan teknik telah memutuskan untuk tidak mengikuti program ini.

Sumber tersebut menambahkan bahwa karyawan harus memutuskan apakah akan menerima tawaran itu sebelum Desember. Karyawan yang memilih mengundurkan diri akan meninggalkan perusahaan pada 31 Desember.

Seorang sumber lain yang mengikuti pengarahan mengenai program baru tersebut mengatakan bahwa program pensiun sukarela sebelumnya hanya terbuka bagi karyawan dengan jabatan direktur senior ke bawah. Dalam program baru ini, cakupan jabatan diperluas hingga mencakup karyawan setingkat wakil presiden.

Sumber: Central News Agency (CNA) Taiwan


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pidato di Kongres X GPM, Hasto Bawa 3 Pesan Megawati
• 21 menit lalu
0
thumb
SIG Raih Penghargaan IICD 2026 atas Tata Kelola Perusahaan, Perkuat Kepercayaan Investor
• 6 jam lalu
0
thumb
Danantara Targetkan Restrukturisasi PTPN I Dimulai 1 Januari 2027
• 14 jam lalu
0
thumb
Kasus Kuota Haji Tambahan, Tim Auditor BPK Tak Temukan Aliran Dana kepada Gus Yaqut
• 22 jam lalu
0
thumb
Jangan Panik, Ini Cara Cepat Melacak HP Hilang dalam Keadaan Mati, Bisa untuk Android dan iPhone
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.