Regal Springs secara resmi memperkenalkan KING Tilapia premium kepada industri kuliner dan hospitality di Indonesia melalui acara bertajuk “KING Tilapia – Unveiling a New Culinary Experience” di Legian, Bali.. Bekerja sama dengan PT Dineta Jaya, acara ini menandai launching KING Tilapia untuk memenuhi kebutuhan industri kuliner dan hospitality di Indonesia.
Peluncuran ini merupakan bagian dari upaya Regal Springs untuk memperkenalkan diferensiasi kualitas dan karakteristik dalam kategori Tilapia, sekaligus membangun dialog dengan chef, pelaku industri mengenai kebutuhan bahan baku, konsistensi produk, dan perkembangan menu di sektor restoran dan hospitality.
KING Tilapia merupakan tingkatan premium dalam The Global Open Standard for Tilapia Quality, sebuah kerangka standar untuk memberikan diferensiasi kualitas yang lebih jelas dalam kategori Tilapia. Kerangka tersebut mencakup kriteria terkait praktik budidaya yang terintegrasi dan bertanggungjawab, ukuran ikan, kualitas pengolahan, sertifikasi, kesejahteraan ikan, dan performa kuliner.
“Indonesia memiliki potensi besar dalam industri perikanan, baik sebagai pemasok bagi pasar internasional maupun sebagai sumber bahan baku untuk industri kuliner domestik. Melalui KING Tilapia, kami ingin membuka lebih banyak ruang untuk berdiskusi dengan para chef dan pelaku hospitality mengenai bagaimana diferensiasi kualitas ikan Tilapia premium dapat diterapkan untuk kebutuhan dapur profesional,” ujar Rudolf Hoeffelman, President Director Regal Springs Indonesia.
Rudolf menambahkan, di tengah perkembangan pasar seafood internasional dan kebutuhan akan beragam pilihan white fish, Tilapia premium menjadi salah satu bahan baku yang dapat dieksplorasi untuk berbagai kebutuhan kuliner, serta mendukung konsistensi hasil hidangan dan efisiensi biaya per menu.
Salah satu keunggulan KING Tilapia adalah potongan loin yang tebal, dengan berat minimum 106 gram dan ketebalan 25 milimeter. Produk ini juga memiliki cooking yield lebih dari 85%, cita rasa yang ringan dan bersih, serta daging berwarna putih alami.
Karakteristik tersebut memberikan fleksibilitas bagi chef dalam mengembangkan berbagai jenis hidangan. Selain cita rasa, konsistensi ukuran porsi, tekstur setelah dimasak, efisiensi bahan baku, dan kemudahan pengolahan juga menjadi pertimbangan penting dalam operasional restoran dan hotel.
Chef Bara R. Pattiradjawane, Food and Flavor Developer Chef yang hadir sebagai guest star chef, mendemonstrasikan pengolahan KING Tilapia melalui sesi live cooking demo. Dalam sesi tersebut, ia mengeksplorasi berbagai teknik memasak dan menunjukkan bagaimana karakteristik KING Tilapia dapat diterapkan dalam beragam kreasi hidangan dengan profil rasa yang berbeda.
“KING Tilapia memiliki karakter yang cukup unik untuk ikan air tawar. Potongannya yang tebal, teksturnya yang kokoh, dan juiciness-nya memberikan fleksibilitas dalam pengolahan dengan berbagai teknik dan metode memasak yang sesuai untuk kebutuhan industri kuliner. Karakter rasanya yang ringan juga membuat ikan ini mudah dipadukan dengan beragam profil bumbu dan masakan, mulai dari hidangan Asia, Western, Afrika Utara, hingga tentunya masakan Indonesia,” ujar Chef Bara.
Bali, sebagai salah satu destinasi pariwisata internasional di Indonesia, memiliki ekosistem hotel, restoran, dan usaha kuliner yang beragam. Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Bali yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS), Bali mencatat hampir 6,95 juta kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang 2025, meningkat 9,72% dibandingkan tahun sebelumnya.
Dinamika pariwisata tersebut menjadi salah satu konteks bagi perkembangan industri kuliner di Bali, termasuk kebutuhan akan bahan baku yang dapat mendukung kreativitas menu sekaligus memenuhi tuntutan operasional dapur profesional.
Di tingkat nasional, Tilapia juga menjadi bagian dari perdagangan ekspor perikanan Indonesia. Kementerian Kelautan dan Perikanan mencatat nilai ekspor Tilapia Indonesia meningkat 14,4% pada 2024 dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain karakteristik kulinernya, aspek nutrisi dan standar produksi juga menjadi bagian dari diferensiasi produk. Tilapia merupakan sumber protein, vitamin D3, dan nutrisi penting lainnya. Regal Springs juga menerapkan standar dan sertifikasi yang relevan dalam rantai produksinya, termasuk ASC (Aquaculture Stewardship Council), BAP (Best Aquaculture Practice), BRCGS (Brand Reputation through Compliance Global Standard), IFS (International Featured Standard), Halal, dan sertifikasi nasional dan internasional lainnya.
Baca Juga: Buka Restoran di Arab Saudi, Bumi Aki Gandeng BPKH Limited
Baca Juga: Danantara Tuntaskan Akuisisi 4,4 Ha Lahan Aset Perhotelan di Mekah
Regal Springs memulai perjalanannya di Indonesia pada akhir 1988 dan mulai membudidayakan Tilapia di Danau Toba, Sumatera Utara, pada 1998. Perusahaan mengintegrasikan kegiatan pembenihan, budidaya dan pengolahan untuk memasok produk Tilapia Indonesia ke berbagai pasar internasional, termasuk Amerika Serikat, Eropa, dan Asia.
Melalui peluncuran ini, Regal Springs berharap dapat melanjutkan kemitraan dengan para chef, restoran, hotel, dan pelaku foodservice mengenai peran King Tilapia dalam perkembangan industri kuliner nasional, Asia dan internasional.






Komentar (0)