Penjaga Kebun Binatang di Belanda Meninggal Diserang Dua Macan Tutul Persia

suarasurabaya.net
16 jam lalu
Cover Berita

Seorang penjaga kebun binatang di Belanda meninggal dunia setelah diserang dua macan tutul Persia saat bertugas di kawasan Safari Park Beekse Bergen. Perempuan tersebut sempat menjalani operasi darurat akibat luka serius sebelum akhirnya dinyatakan meninggal pada Selasa (27/10/2026).

Insiden itu terjadi di fasilitas dalam ruangan yang menjadi tempat dua macan tutul Persia di Beekse Bergen, sebuah taman safari di wilayah selatan Belanda. Saat kejadian, korban tengah menjalankan tugas perawatan terhadap kedua satwa tersebut.

Hingga kini, kronologi pasti serangan belum diketahui. Tidak adanya kamera pengawas di dalam kandang membuat pihak pengelola belum dapat memastikan bagaimana insiden tersebut berlangsung.

Dilansir dari CNA pada Rabu (28/10/2026), korban mengalami luka serius pada bagian kepala dan leher. Ia kemudian dilarikan untuk mendapatkan penanganan medis dan menjalani operasi darurat. Namun, upaya tersebut tidak berhasil menyelamatkan nyawanya.

Dalam pernyataan resminya, pihak Beekse Bergen menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya karyawan yang telah mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk taman safari tersebut.

“Penjaga satwa itu mulai bekerja di Beekse Bergen Safari Park pada usia 17 tahun dan bekerja di sini, dengan hanya beberapa kali jeda singkat, selama hampir 40 tahun,” demikian pernyataan pengelola taman safari tersebut.

Pihak pengelola juga memastikan akan ada penyelidikan independen untuk mengungkap kondisi dan penyebab insiden yang berujung pada kematian karyawannya itu.

Kedua macan tutul berada di dalam fasilitas tertutup karena kondisi cuaca buruk. Dalam situasi normal, staf biasanya tidak diperbolehkan mendekati satwa tersebut, sehingga insiden ini memunculkan pertanyaan mengenai bagaimana serangan bisa terjadi saat korban menjalankan tugasnya.

Juru bicara Beekse Bergen mengatakan kepada media lokal Omroep Brabant bahwa perilaku kedua macan tutul tersebut masih tergolong alami.

“Mereka adalah, dan akan tetap menjadi, predator,” kata juru bicara tersebut. (saf/iss)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Dukung Industri Pariwisata, Regal Springs Hadirkan KING Tilapia untuk Hotel dan Restoran
• 15 jam lalu
0
thumb
Pelatih yang Taktiknya Cemerlang di Pekan Ke-7 BRI Super League: Kecermatan STY Bawa Persija Comeback
• 13 jam lalu
0
thumb
PSSI Buka Peluang Timnas Indonesia Bermain di Sulsel
• 17 jam lalu
0
thumb
Moncong Meriam Mengarah ke Selatan! Korut Jarang Terlihat Mengerahkan Artileri Swagerak di Perbatasan
• 5 jam lalu
0
thumb
Sejarah yang Belum Selesai
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.