Kepergian Flávio Bolsonaro ke AS Picu Ketegangan Trump dan Presiden Brasil

suarasurabaya.net
16 jam lalu
Cover Berita

Kepergian Flávio Bolsonaro, kandidat presiden Brasil yang kalah dalam pemilihan putaran kedua, ke Amerika Serikat memicu potensi ketegangan diplomatik antara pemerintahan Donald Trump Presiden AS dan Luiz Inácio Lula da Silva Presiden Brasil.

Situasi ini berkembang di tengah penyelidikan dugaan pencucian uang yang melibatkan Flávio serta permintaan otoritas Brasil agar dia menyerahkan paspornya.

Tiga pejabat AS menyebut Flávio telah meninggalkan Brasil pada Selasa (27/10/2026).

Dilansir dari The New York Times, pemerintah AS dilaporkan berencana menerbitkan visa bagi Flávio dan keluarganya agar dapat masuk ke negara tersebut. Para pejabat itu berbicara dengan syarat anonim karena membahas urusan diplomatik yang sensitif.

Langkah AS tersebut berpotensi memperburuk hubungan dengan pemerintahan Lula. Presiden Brasil itu sebelumnya menuduh Trump mencampuri urusan dalam negeri negaranya, sementara pemerintah AS diketahui mengambil sejumlah langkah yang dinilai menguntungkan posisi politik keluarga Bolsonaro.

Lula bahkan melontarkan kritik setelah mengetahui kabar kepergian rival politiknya tersebut. Dalam sebuah acara memperingati ulang tahunnya yang ke-81, Lula mengatakan tindakan Flávio meninggalkan Brasil merupakan sesuatu yang memalukan.

“Saya baru saja mengetahui bahwa lawan saya telah melarikan diri,” kata Lula. “Tindakan meninggalkan Brasil ini memalukan, benar-benar memalukan.”

Kepergian Flávio ke AS terjadi sehari setelah Mahkamah Agung Brasil memerintahkannya menyerahkan paspor dalam waktu 24 jam.

Permintaan itu muncul ketika penyidik menelusuri keterkaitannya dengan seorang pengacara Brasil yang dituduh mencuci uang lebih dari 1 miliar dolar AS melalui skema perjudian daring dan perdagangan.

Dokumen pengadilan yang ditinjau The New York Times menyebut, penyelidikan itu berkaitan dengan hubungan Flávio dengan pengacara itu.

Namun, Flávio belum didakwa dalam perkara tersebut dan membantah melakukan pelanggaran. Dia menyebut penyelidikan yang dihadapinya sebagai bentuk persekusi politik.

Selain kasus dugaan pencucian uang, Flávio juga menjadi subjek penyelidikan terpisah terkait dana jutaan dolar yang dihimpun dari seorang bankir yang tercoreng reputasinya.

Dana tersebut disebut digunakan untuk membiayai film biografi tentang ayahnya, Jair Bolsonaro, yang telah divonis bersalah atas upaya kudeta setelah kalah dalam pemilihan presiden Brasil pada 2022.

Flávio sebelumnya menyatakan akan mematuhi perintah penyerahan paspor. Dalam video yang diunggah ke media sosial, dia mengatakan tidak pernah mempertimbangkan untuk meninggalkan Brasil.

Namun, dia tidak menyerahkan dokumen tersebut hingga tenggat waktu berakhir, dan otoritas Brasil kemudian membatalkan dokumen perjalanannya. Flávio juga diketahui memiliki kewarganegaraan Italia.

Setelah masa jabatannya sebagai senator berakhir pada awal 2027, Flávio akan kehilangan kekebalan parlementernya karena tidak terpilih menjadi presiden. Kondisi itu berpotensi membuka jalan bagi proses hukum terkait penyelidikan yang tengah berlangsung.

Meski pemerintahan Trump tidak secara resmi mendukung pencalonan Flávio, Departemen Luar Negeri AS di bawah Marco Rubio Menteri Luar Negeri disebut berupaya memperkuat posisi keluarga Bolsonaro menjelang pemilihan presiden Brasil.

Salah satu langkah yang menjadi sorotan adalah penetapan dua kelompok kriminal narkoba terbesar di Brasil sebagai organisasi teroris oleh pemerintah AS pada tahun ini.

Penetapan tersebut dilakukan setelah lobi intensif Flávio dan saudaranya, Eduardo Bolsonaro, yang telah tinggal di Texas sejak awal 2025.

Pemerintahan Trump juga dua kali berupaya mengirim utusan untuk bertemu dengan Flávio dan ayahnya sebelum pemungutan suara.

Namun, otoritas Brasil menolak kedatangan utusan tersebut karena khawatir AS berupaya mencampuri pemilihan. AS kemudian membatalkan visa diplomat tertinggi Brasil di Washington.

Eduardo Bolsonaro juga mempertahankan hubungan dekat dengan pemerintahan Trump. Pada Juli 2026, pemerintah AS memberikan status penduduk tetap atau green card kepadanya.

Sementara itu, Lula memenangi pemilihan putaran kedua melawan Flávio pada Minggu (25/10/2026), setelah sebelumnya berada di posisi kedua pada putaran pertama. (saf/iss)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Komnas Perempuan Desak Polisi Usut Kekerasan sebelum Pembunuhan Istri Siri di Madiun
• 5 jam lalu
0
thumb
Membaca Sinyal Belanja Saham Danantara Jelang RUPSLB BEI, Bagaimana Skenarionya?
• 19 jam lalu
0
thumb
Anggota DPR Minta Kemenperin Permudah Sertifikasi Halal bagi UMKM
• 6 jam lalu
0
thumb
5 Fakta Unik Sumpah Pemuda
• 17 jam lalu
0
thumb
Pesan Pramono untuk Pemuda: Jadi Manusia yang Kuat, tapi Jangan Hilang Hati
• 14 jam lalu
0
Berhasil disimpan.