Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,99% ke level 5.266,13 pada perdagangan Selasa (27/10).
Sejumlah saham menjadi penggerak utama indeks, dengan UNTR naik 6,00%, ASII menguat 1,54%, dan BOGA melonjak 22,88%. Di sisi lain, TLKM turun 4,89%, AMMN melemah 5,05%, dan BYAN terkoreksi 4,10%.
Investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp700,88 miliar di pasar reguler dan Rp668,26 miliar di seluruh pasar. Dari 11 sektor yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 10 sektor berakhir di zona merah. Sektor energi menjadi sektor dengan pelemahan terdalam, yakni 3,33%, sementara sektor industri menjadi satu-satunya sektor yang menguat dengan kenaikan 1,43%.
Berbeda dengan pasar domestik, bursa saham Amerika Serikat (AS) berakhir relatif positif. Dow Jones bergerak sideways dengan kenaikan 0,03% ke level 52.377, S&P 500 menguat 0,60% ke 7.722, dan Nasdaq naik 1,18% ke 26.477.
Tekanan pada pasar saham domestik turut dipengaruhi aksi rebalancing indeks WisdomTree. Dalam rebalancing tersebut, sebanyak 23 emiten dikeluarkan dari indeks, termasuk TLKM, PTBA, PGAS, hingga BREN. Kondisi ini turut tercermin pada pergerakan ETF EIDO dan MSCI Indonesia yang masing-masing turun 1,71% dan 1,33%.
Dari sisi emiten, ada Raharja Energi Cepu (RATU) yang membukukan lonjakan laba bersih +113.20% YoY menjadi USD 25.09mn hingga 9M26 (9M25: USD 11.77mn), dengan total laba periode berjalan melesat +170.90% YoY menjadi USD 32.12mn.
Namun lonjakan ini lebih banyak ditopang pos non-operasional ketimbang pertumbuhan organik, mengingat pendapatan usaha hanya naik +7.20% YoY menjadi USD 40.31mn.
Salah satu kontributor utama berasal dari bagian laba entitas asosiasi yang melonjak +345.20% YoY menjadi USD 19.24mn ditambah keuntungan satu kali dari pembelian dengan diskon (bargain purchase) USD 3.91mn.
Kinerja tersebut sejalan dengan aksi akuisisi 20% saham Husky-CNOOC Madura Limited (HCML), perusahaan operator Blok Madura. Transaksi ini memperluas portofolio participating interest RATU selain Blok Cepu, Jabung, dan Kasuri.
Akuisisi yang didanai utang ini membengkakkan neraca dengan total aset naik +212.30% YoY menjadi USD 237.38mn dan investasi pada entitas asosiasi melonjak +1,626.70% menjadi USD 130.12mn.
Pada saat yang sama, beban keuangan meningkat 351,10%, sementara total liabilitas naik 702,50% menjadi US$155,79 juta.
Sementara itu, PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL) atau Erajaya Active Lifestyle mencatat laba bersih Rp193,84 miliar hingga September 2026, meningkat 55,08% YoY dari Rp124,99 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan laba tersebut sejalan dengan peningkatan penjualan sebesar 44,71% YoY menjadi Rp6,21 triliun. Salah satu pendorong utama berasal dari segmen otomotif yang mencatat pertumbuhan 784% YoY menjadi Rp1,99 triliun, dibandingkan Rp225,24 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Dengan pertumbuhan tersebut, kontribusi segmen otomotif mencapai sekitar 32% dari total penjualan ERAL. Komposisi bisnis perseroan pun berubah dibandingkan sebelumnya yang lebih banyak ditopang segmen aksesoris dan IoT sebesar Rp2,36 triliun serta fashion apparel sebesar Rp1,25 triliun.
Ekspansi segmen otomotif turut memberikan kontribusi terhadap laba, dengan laba kotor meningkat 47,54% YoY. Namun, biaya operasional juga meningkat seiring ekspansi. Beban penjualan dan distribusi naik 61,24% YoY, sementara beban keuangan meningkat 68,78% YoY.
Dengan demikian, perkembangan kinerja ERAL selanjutnya akan turut dipengaruhi oleh kemampuan perseroan mempertahankan efisiensi dan margin seiring dengan peningkatan skala bisnis otomotif.
Di sisi lain, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) turut berencana melakukan pembelian kembali saham atau buyback tanpa RUPS dalam kondisi pasar yang mengalami fluktuasi signifikan. Perseroan menyiapkan dana maksimal Rp500 miliar yang berasal dari kas internal.
Secara proforma, aksi tersebut akan membuat total aset BRIS menjadi Rp464,01 triliun dari sebelumnya Rp464,51 triliun. Total ekuitas juga diproyeksikan menjadi Rp50,54 triliun dari Rp51,04 triliun.
Sementara itu, rasio kecukupan modal atau CAR diproyeksikan turun tipis menjadi 20,19% dari sebelumnya 20,41%.
Pelaksanaan buyback akan dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia dengan menggunakan jasa satu anggota bursa. Periode pelaksanaan dijadwalkan mulai 27 Oktober 2026 hingga 26 Januari 2027.
Rekomendasi Saham Hari Ini-
ERAL - Buy 310-314 | TP 320-326 | SL 294
ERAL Transaksi di Sini!Powered by -
INTP - Buy 5850-5900 | TP 6050-6125 | SL 5500
INTP Transaksi di Sini!Powered by -
PWON - Buy 288-294 | TP 298-304 | SL 278
PWON Transaksi di Sini!Powered by -
ASGR - Buy 2430-2450 | TP 2500-2550 | SL 2310
ASGR Transaksi di Sini!Powered by -
ISSP - Buy 460-464 | TP 474-484 | SL 436
ISSP Transaksi di Sini!Powered by
Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.
(ayh/ayh)





Komentar (0)