Kylian Mbappe mendapat kecaman di China setelah melontarkan candaan mengenai Mao Zedong. Kontroversi tersebut membuat dua perusahaan besar asal China, Dongpeng dan Mengniu, memutuskan kerja sama dengan penyerang Real Madrid itu.
Dilansir dari The Guardian, polemik bermula ketika Mbappe diminta menyebutkan meme favoritnya. Dalam jawabannya, pemain timnas Prancis tersebut menyinggung Mao Zedong dengan menyebutnya sebagai diktator China favoritnya.
Pernyataan Mbappe memicu kemarahan publik China. Mao Zedong merupakan tokoh revolusi sekaligus pendiri Republik Rakyat China yang memiliki kedudukan penting dalam sejarah negara tersebut.
Kontroversi itu bahkan mendapat tanggapan dari Kementerian Luar Negeri China. Juru bicara kementerian, Guo Jiakun, menegaskan bahwa pernyataan yang menyinggung masyarakat China akan mendapat penolakan.
Baca Juga: Harry Kane Raih Ballon d'Or 2026, Ini Alasan Kapten Inggris Itu Ungguli Yamal dan Mbappe
"Ucapan dan tindakan yang menyakiti perasaan rakyat Tiongkok tentu saja akan mendapat penolakan bersama dari seluruh lapisan masyarakat Tiongkok," kata Guo, dikutip dari ABC News.
Di China, candaan yang dianggap merendahkan Mao Zedong merupakan persoalan sensitif. Sosoknya masih dihormati sebagai salah satu tokoh terpenting dalam sejarah berdirinya negara tersebut.
Reaksi keras juga datang dari Dongpeng, perusahaan minuman energi asal China yang sebelumnya menjalin kerja sama komersial dengan Mbappe.
Melalui pernyataan resmi, Dongpeng menegaskan tidak memberikan toleransi terhadap tindakan yang dianggap menyinggung sentimen nasional masyarakat China.
"Perusahaan kami dengan tegas menentang dan memiliki kebijakan toleransi nol terhadap perilaku apa pun yang menyinggung sentimen nasional," demikian pernyataan Dongpeng.
Langkah serupa diambil Mengniu, perusahaan produk susu asal China. Mengniu mengumumkan penghentian seluruh kerja sama dengan Mbappe menyusul kontroversi tersebut.
"Dengan segera perusahaan kami mengakhiri semua kerja sama dengan Kylian Mbappe," tulis Mengniu dalam pernyataannya.
"Mengniu dengan tegas menentang dan memiliki kebijakan toleransi nol terhadap kata-kata atau tindakan apa pun yang melukai perasaan rakyat China," lanjut perusahaan tersebut.
Sebelum kontroversi mencuat, Dongpeng dan Mengniu menggunakan Mbappe sebagai salah satu wajah promosi mereka selama Piala Dunia 2026.
Kedua perusahaan menggandeng penyerang berusia 27 tahun itu untuk memperkuat pemasaran produk, khususnya dalam menjangkau konsumen muda di China.






Komentar (0)