Mojtaba Khamanei Ungkap Persyaratan Berakhirnya Perang usai Pertemuan dengan Negara Pakta Makkah

republika.co.id
19 jam lalu
Cover Berita

TEHERAN — Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menyerukan pemenuhan syarat-syarat yang diajukan Teheran untuk mengakhiri perang pada Selasa (27/10/2026). Ia juga menekankan pentingnya kendali atas Selat Hormuz dan pengakhiran status "tidak perang maupun damai" yang berlangsung saat ini.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan dengan Sekretaris Dewan Pertimbangan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mayor Jenderal Mohsen Rezaei. Dalam pertemuan tersebut, Rezaei menyampaikan laporan mengenai situasi keamanan negara serta pekerjaan yang sedang berlangsung di beberapa sektor, sebagaimana dilaporkan IRNA.

Baca Juga
  • Partai Palestina Raih Lonjakan Kursi, Netanyahu Terancam Kehilangan Kekuasaan
  • Kemenag Sulut Tekankan ASN Terapkan Budaya Kerja Profesional
  • Bawaslu Gorontalo Utara Evaluasi Coktas di Wilayah Pesisir

Khamenei menekankan perlunya memperjuangkan hak dan kepentingan rakyat Iran serta front perlawanan. Langkah ini dilakukan dengan memastikan terpenuhinya beragam kondisi yang telah digariskan oleh para pejabat Iran untuk mengakhiri konflik.

Ia juga mengungkapkan, kendali atas Selat Hormuz merupakan sarana untuk menjaga keamanan nasional dan regional, di samping memperkuat hubungan dengan negara-negara tetangga berdasarkan kepentingan bersama yang langgeng.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Pertemuan tersebut menyusul pembicaraan keamanan empat pihak di Teheran pada Senin yang melibatkan para pejabat senior Iran, Arab Saudi, Turki, dan Pakistan. Para peserta sepakat untuk melanjutkan diskusi mengenai perdamaian dan keamanan regional di tengah upaya diplomatik untuk mencegah eskalasi militer terulang kembali.

Khamenei menggambarkan Dewan Pertimbangan Keamanan Nasional Tertinggi beserta sekretariatnya sebagai "persimpangan pembuatan kebijakan." Ia menekankan keterkaitan antara keputusan budaya, politik, ekonomi, dan keamanan.

Rezaei menggambarkani kebijakan strategis Iran dalam "membentuk tatanan dan pengaturan regional yang berasal dari dalam" (endogenous regional arrangements and order)—sebuah kerangka kerja keamanan yang lahir dari dalam wilayah itu sendiri.

Peta baru Selat Hormuz yang dirilis IRGC, Senin (4/5/2026). - (Tangkapan layar X)

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Klasemen IBL All Indonesian 2026: Dewa United Belum Terkalahkan, Bogor Hornbills Pimpin Grup A
• 16 jam lalu
0
thumb
Mesti Jalan Jauh, Begini Repotnya Warga Saat Eskalator Stasiun Bojonggede Mati
• 8 jam lalu
0
thumb
Pegadaian Raih The Finance Special Award 2026 Berkat Inovasi Transformasi Digital
• 8 jam lalu
0
thumb
Menpar sambut Eiger Nature sebagai wisata alam baru di Bogor
• 23 jam lalu
0
thumb
Pemerintah Siapkan Stimulus Rp722 Miliar untuk Tiket Pesawat Nataru 2026
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.