Jakarta (ANTARA) - Federasi Bola Basket Internasional (FIBA) 3x3 Hanchuan Challenger 2026 di Tianyu Lake Scenic Area, China, pada 1-2 Agustus menjadi ajang penting perebutan tiga tiket menuju seri FIBA 3x3 World Tour berikutnya.
Laman FIBA 3x3, Jumat, menyatakan seri Hanchuan menjadi Challenger ke-15 musim 2026 dan menawarkan kesempatan penting bagi tim-tim yang memburu tempat di level tertinggi turnamen bola basket 3x3 dunia.
Ajang itu sama dengan seri Darkhan Challenger 2026 di Mongolia pada 1-2 Agustus, yang sama-sama menyediakan tiga tiket untuk diperebutkan menuju World Tour Lausanne di Swiss, pada 14-15 Agustus.
Skyliners dari Jerman datang sebagai unggulan pertama setelah menjalani musim yang impresif dan kini menempati peringkat keempat klasemen World Tour 2026.
Tim tersebut membidik gelar Challenger kedua musim ini. Shanghai dari China yang diperkuat pebasket juara dunia Karlis Lasmanis juga menjadi kandidat kuat juara.
Sementara Antwerp dari Belgia mengandalkan peraih gelar pemain terbaik Batam Challenger, Jonas Foerts, untuk bersaing memperebutkan podium. Selain itu, Raudondvaris Hoptrans dari Lithuania bersama Evaldas Dziaugys, Hangzhou Jingwei yang diperkuat Goran Vidovic, Valencia Basket dengan Ivan Aurrecoechea, serta Princeton yang mengandalkan Jerome Desrosiers diperkirakan turut meramaikan persaingan.
Babak utama (main draw) akan terbagi dalam empat grup. Grup A dihuni Skyliners, Princeton, dan Lausanne. Kemudian Grup B diisi Antwerp, Taipei WanBao, dan Xi'an.
Sementara Grup C mempertemukan Raudondvaris Hoptrans, Valencia Basket, serta satu tim yang lolos dari babak kualifikasi (qualifying draw). Adapun Grup D dihuni Shanghai, Hangzhou Jingwei, dan satu tim lain yang juga lolos dari babak kualifikasi.
FIBA 3x3 menyebut setiap pertandingan akan berlangsung krusial karena hanya tiga tim terbaik yang berhak mengamankan tiket menuju seri World Tour Lausanne.
Baca juga: Darkhan Challenger 2026 perebutkan tiga tiket FIBA 3x3 World Tour
Baca juga: Athens Challenger 2026 perebutkan tiga tiket 3x3 World Tour
Laman FIBA 3x3, Jumat, menyatakan seri Hanchuan menjadi Challenger ke-15 musim 2026 dan menawarkan kesempatan penting bagi tim-tim yang memburu tempat di level tertinggi turnamen bola basket 3x3 dunia.
Ajang itu sama dengan seri Darkhan Challenger 2026 di Mongolia pada 1-2 Agustus, yang sama-sama menyediakan tiga tiket untuk diperebutkan menuju World Tour Lausanne di Swiss, pada 14-15 Agustus.
Skyliners dari Jerman datang sebagai unggulan pertama setelah menjalani musim yang impresif dan kini menempati peringkat keempat klasemen World Tour 2026.
Tim tersebut membidik gelar Challenger kedua musim ini. Shanghai dari China yang diperkuat pebasket juara dunia Karlis Lasmanis juga menjadi kandidat kuat juara.
Sementara Antwerp dari Belgia mengandalkan peraih gelar pemain terbaik Batam Challenger, Jonas Foerts, untuk bersaing memperebutkan podium. Selain itu, Raudondvaris Hoptrans dari Lithuania bersama Evaldas Dziaugys, Hangzhou Jingwei yang diperkuat Goran Vidovic, Valencia Basket dengan Ivan Aurrecoechea, serta Princeton yang mengandalkan Jerome Desrosiers diperkirakan turut meramaikan persaingan.
Babak utama (main draw) akan terbagi dalam empat grup. Grup A dihuni Skyliners, Princeton, dan Lausanne. Kemudian Grup B diisi Antwerp, Taipei WanBao, dan Xi'an.
Sementara Grup C mempertemukan Raudondvaris Hoptrans, Valencia Basket, serta satu tim yang lolos dari babak kualifikasi (qualifying draw). Adapun Grup D dihuni Shanghai, Hangzhou Jingwei, dan satu tim lain yang juga lolos dari babak kualifikasi.
FIBA 3x3 menyebut setiap pertandingan akan berlangsung krusial karena hanya tiga tim terbaik yang berhak mengamankan tiket menuju seri World Tour Lausanne.
Baca juga: Darkhan Challenger 2026 perebutkan tiga tiket FIBA 3x3 World Tour
Baca juga: Athens Challenger 2026 perebutkan tiga tiket 3x3 World Tour






Komentar (0)