Terminal LPG Tanjung Sekong Jaga Pasokan 40% Kebutuhan LPG Nasional

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita
Foto: Dok Pertamina

Jakarta, CNBC Indonesia - Terminal LPG Tanjung Sekong menjadi salah satu infrastruktur strategis Pertamina dalam menjaga ketahanan energi nasional. Terminal yang berstatus sebagai Objek Vital Nasional ini mampu memasok sekitar 35-40% kebutuhan LPG nasional dan melayani distribusi ke 63 kabupaten/kota di Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Sumatera Selatan.

"LPG bukan sekadar komoditas energi, tetapi kebutuhan dasar yang menunjang aktivitas sehari-hari masyarakat. Karena itu, keandalan pasokannya harus terus dijaga agar rumah tangga, UMKM, hingga industri dapat beraktivitas tanpa hambatan. Terminal LPG Tanjung Sekong memegang peran penting dalam menjaga ketahanan energi nasional," ujar Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan dalam keterangan tertulis, Jumat (31/7/2026).

Terminal LPG Tanjung Sekong mulai beroperasi pada 2012 dan ditingkatkan menjadi Terminal LPG Refrigerated pada 2020. Berdiri di atas lahan seluas 12,9 hektare, terminal ini memiliki kapasitas penyimpanan mencapai 98.000 metrik ton (MT) yang didukung tiga dermaga berkapasitas 3.500-65.000 DWT. Dengan throughput lebih dari 200 ribu MT per bulan, terminal ini menjadi salah satu hub LPG terbesar di Indonesia.


Mochamad Iriawan meninjau langsung aspek operasional terminal, mulai dari proses penerimaan dan penyimpanan LPG, sistem distribusi, hingga penerapan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE). Ia menekankan pentingnya budaya keselamatan sebagai fondasi utama dalam menjaga keandalan operasi.

Selain itu, Pertamina juga terus mendorong peningkatan efisiensi melalui digitalisasi rantai pasok, termasuk pemantauan stok secara real-time dan optimalisasi waktu sandar kapal, sehingga distribusi LPG ke berbagai wilayah dapat berlangsung lebih cepat.

Di samping itu, Terminal LPG Tanjung Sekong juga terus mengembangkan inisiatif dekarbonisasi sebagai bagian dari transformasi menuju operasi yang lebih berkelanjutan, termasuk menjajaki pemanfaatan energi rendah emisi untuk mendukung kegiatan operasional.

VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron menambahkan, Terminal LPG Tanjung Sekong merupakan salah satu tulang punggung distribusi LPG nasional yang beroperasi selama 24 jam untuk memastikan pasokan energi tetap tersedia bagi masyarakat.

"Operational excellence terminal ini tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur, tetapi juga oleh disiplin operasional, penerapan HSSE, serta kesiapan seluruh pekerja dalam menjaga setiap tahapan distribusi LPG. Dari sinilah pasokan energi untuk masyarakat dapat terus terjaga," ujar Baron.

Baca: Pertamina Kolaborasi Pengolahan Sampah Menjadi Hidrogen Rendah Karbon

(rah/rah)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Road To Pertamina GP Indonesia 2026, Dukung Ekosistem Balap RI

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Polri Siagakan 1.263 Personel Amankan Zikir Doa Kebangsaan di Monas Besok
• 1 jam lalu
0
thumb
Xpeng Perlihatkan Masa Depan Mobilitas Lewat Ekosistem AI
• 11 jam lalu
0
thumb
Kesepakatan Antara Moya Indonesia Bayar Santunan kepada Keluarga Korban Keracunan Gas |KOMPAS PETANG
• 22 jam lalu
0
thumb
Horor! Wanita Pengunjung Rumah Hantu Tewas Misterius saat Keluar Uji Nyali
• 21 jam lalu
0
thumb
Darah Pendonor Langka O Bombay Rhesus Positif untuk Balita Akan Diambil di Bali, Dikirim ke Surabaya
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.