Proses pencarian pendonor darah langka golongan O Bombay Rhesus Positif untuk balita AQ (2 tahun 3 bulan), pasien RS Sido Waras Mojokerto, mengalami babak baru. PMI Surabaya memastikan proses pengambilan darah dari pendonor yang cocok akan dilakukan di Bali, untuk kemudian dikirim ke Surabaya guna kebutuhan transfusi.
Diberitakan sebelumnya, balita berinisial AQ dirawat intensif di Pediatric Intensive Care Unit (PICU) RS Sido Waras Mojokerto sejak Rabu (29/7/2026) akibat anemia berat, dan membutuhkan sekitar empat hingga lima kantong darah. Golongan darah super langka ini pertama kali ditemukan di India, sementara orang tua pasien diketahui tidak bisa mendonorkan darahnya.
BACA JUGA: Seorang Balita di Mojokerto Butuh Donor Darah Langka O Bombay Rhesus Positif
Fernandez El Juan, satu-satunya calon pendonor mengetahui kabar tentang balita AQ dari unggahan Facebook e100. Juan yang memiliki garis keturunan Pakistan ini, sempat datang ke PMI dan dinyatakan memiliki golongan darah yang cocok. Namun di tengah proses, ia menerima kabar bahwa pasien meninggal dunia.
“Tadi saya sudah datang ke PMI, dan ternyata golongan darah saya cocok, golongan darah O Bombay Rhesus Positif. Tapi ternyata dapat kabar kalau adik AQ sudah meninggal. Info soal ini saya dapat dari chat petugas. Jadi jam 6 saya masih dapat konfirmasi dari petugas untuk pendataan, tapi setengah jam kemudian dikabari kalau adik AQ meninggal. Saya sangat menyesal karena telat datang. Kalau bisa tolong sampaikan permintaan maaf saya ke keluarga,” ujar Juan saat mengudara di Radio Suara Surabaya, Jumat (31/7/2026) malam.
Menanggapi hal ini, dr. Galuh Yudhitas, Kepala Bagian Pelayanan dan Humas UTD PMI Surabaya mengatakan pihaknya mengalami miskomunikasi. “Ada miskomunikasi. Kami sedang kontak Mas Juan kembali untuk bisa donor. Memang awalnya kami dapat kontak dari PMI Mojokerto untuk kebutuhan darah O Bombay Rhesus Positif, dan kami juga tidak punya stoknya,” kata Galuh.
Ia menjelaskan kronologi informasi yang sempat simpang siur soal kondisi pasien. “Petugas lab dapat kabar pasien meninggal, dan tidak melanjutkan proses donor. Saat itu kondisi Mas Juan masih dalam perjalanan ke UTD PMI. Tapi kemudian kami dapat konfirmasi lagi, kalau pasien masih hidup, dan donor masih bisa dilakukan,” jelasnya.
Galuh juga menjelaskan alasan darah tidak langsung diambil begitu ditemukan pendonor yang cocok. “Kenapa tidak langsung diambil? Itu sesuai dengan protokol kami untuk darah langka. Jadi darah tidak akan diambil sebelum ada konfirmasi kalau darah memang bakal digunakan,” ujarnya. Ia menambahkan, masa simpan sel darah merah sekitar satu bulan, sementara trombosit hanya lima hari.
Terkait rencana pengambilan darah, Galuh mengonfirmasi proses donor akan dilakukan di Bali, mengingat Juan sedang perjalanan menuju Bali. “Donor bakal dilakukan di Bali, untuk nanti dikirimkan ke Mojokerto. Pengiriman ini memang mungkin dilakukan, karena kami beberapa kali melakukan hal serupa,” katanya.
Aji, petugas RS Sido Waras Mojokerto yang dihubungi Suara Surabaya membantah informasi yang menyebutkan balita AQ telah meninggal dunia. Pada pukul 19.17 WIB, dia menyatakan balita yang memiliki saudara kembar tersebut masih dirawat intensif.
Kemudian pada pukul 20.58 WIB, Aji mengabarkan bahwa balita AQ sedang dirujuk ke RSUD Dr. Mohamad Soewandhie Surabaya. Dengan demikian, PMI Bali akan mengirimkan darah ke Surabaya.
Aji juga menyampaikan bahwa informasi meninggalnya balita AQ adalah hoaks. Kabar bohong tersebut diunggah akun media sosial yang tidak bertanggungjawab.(iss)





Komentar (0)