Hari Mangrove Sedunia, Rumah Pembibitan Berbasis IoT Hadir di Cilacap

liputan6.com
4 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) hadirkan inovasi teknologi dalam pelestarian lingkungan, melalui Rumah Pembibitan Mangrove berbasis Electrifying Agriculture di Desa Bunton, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap.

Dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia, PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memperkuat komitmennya terhadap penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dengan mengoperasikan Rumah Pembibitan Mangrove berbasis Electrifying Agriculture di Desa Bunton, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap.

Advertisement

BACA JUGA: Banyuwangi Jadi Percontohan Program Ketahanan Pesisir

Sekretaris Perusahaan PLN EPI Mamit Setiawan mengatakan, melalui program tersebut, PLN EPI menghadirkan sistem sirkulasi air yang meniru pola pasang surut alami berbasis Internet of Things (IoT), dilengkapi instalasi kelistrikan, pompa air, jaringan perpipaan, serta pelatihan bagi kelompok pengelola rumah bibit.

Program ini mengintegrasikan pemanfaatan listrik dan teknologi digital untuk meningkatkan produktivitas pembibitan mangrove, mendukung rehabilitasi kawasan pesisir, sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Teknologi tersebut memungkinkan proses pengaliran air berlangsung secara otomatis dan terjadwal, sekaligus dapat dipantau secara digital sehingga penggunaan air menjadi lebih efisien, kebutuhan pekerjaan manual berkurang, dan proses perawatan bibit berlangsung lebih optimal. Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembibitan sekaligus memperbesar tingkat kelangsungan hidup bibit mangrove.

"Momentum Hari Mangrove Sedunia menjadi pengingat bahwa pelestarian mangrove merupakan investasi jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat. Melalui Electrifying Agriculture, PLN EPI menghadirkan inovasi yang mengintegrasikan pemanfaatan listrik dan digitalisasi agar proses pembibitan menjadi lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan," kata Mamit, Jumat (31/7/2026).

pengembangan Rumah Pembibitan Mangrove Bunton merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam menghadirkan program TJSL yang tidak hanya berorientasi pada pelestarian lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat.

"Kami berharap teknologi ini mampu meningkatkan kapasitas kelompok pengelola dalam menghasilkan bibit mangrove yang lebih berkualitas, memperkuat konservasi pesisir dan penyerapan karbon, sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat," ujar Mamit.

Desa Bunton memiliki kawasan mangrove seluas sekitar 2,33 hektare dengan lebih dari 35 ribu pohon mangrove yang telah ditanam. Kawasan tersebut berperan penting dalam mengurangi abrasi, melindungi garis pantai, menjaga keanekaragaman hayati, serta menyerap karbon sebagai bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim.

 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kuasa Hukum Ruben Onsu Bantah Isu Pinjol dan Selingkuh
• 17 jam lalu
0
thumb
Prabowo Sebut Konflik Selat Hormuz Berpotensi Berlangsung Lama
• 10 jam lalu
0
thumb
Korupsi Lagi di Jasindo, Mengapa Terus Berulang?
• 12 jam lalu
0
thumb
Kementerian PU Tangani 294 Titik Kekeringan di Seluruh Indonesia
• 7 jam lalu
0
thumb
MK Putuskan MBG Tak Gunakan Anggaran Pendidikan, Kepala BGN: Kami Laksanakan Putusan Negara
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.