Moskow (ANTARA) - Rusia akan menganggarkan lebih dari 250 miliar ruble (sekitar US$3 miliar) untuk mengimplementasikan program pengembangan industri penerbangan menyeluruh pada 2026.
Menurut Perdana Menteri Rusia, Mikhail Mishustin, pada Kamis, pemerintah Rusia juga akan mendanai pengiriman lebih dari 70 unit helikopter Mi-8MTV-1 kepada maskapai penerbangan regional..
Berbicara dalam rapat pemerintah mengenai manufaktur pesawat terbang, Mishustin mengatakan bahwa pendanaan tersebut terutama akan digunakan untuk meningkatkan pembayaran di muka, memastikan pengiriman lebih dari 70 unit pesawat dan menyelesaikan persiapan produksi di perusahaan-perusahaan manufaktur utama beserta mitra usahanya.
Selain itu, otoritas terkait sedang menyiapkan proyek investasi untuk membiayai pengadaan pesawat turboprop regional Il-114-300 bagi layanan penerbangan di Distrik Federal Timur Jauh Rusia, serta pesawat LMS-901 Baikal.
Mishustin menekankan pentingnya menjaga keberlangsungan produksi pesawat dan memenuhi pesanan yang telah direncanakan hingga 2035.
Untuk mendukung pembelian pesawat domestik, pemerintah Rusia juga akan menerapkan program pinjaman preferensial bagi maskapai penerbangan yang menyewa pesawat buatan Rusia, ujarnya. Langkah itu bertujuan meringankan beban keuangan operator penerbangan dan membantu mempertahankan lini produksi.
Menurut Perdana Menteri Rusia, Mikhail Mishustin, pada Kamis, pemerintah Rusia juga akan mendanai pengiriman lebih dari 70 unit helikopter Mi-8MTV-1 kepada maskapai penerbangan regional..
Berbicara dalam rapat pemerintah mengenai manufaktur pesawat terbang, Mishustin mengatakan bahwa pendanaan tersebut terutama akan digunakan untuk meningkatkan pembayaran di muka, memastikan pengiriman lebih dari 70 unit pesawat dan menyelesaikan persiapan produksi di perusahaan-perusahaan manufaktur utama beserta mitra usahanya.
Selain itu, otoritas terkait sedang menyiapkan proyek investasi untuk membiayai pengadaan pesawat turboprop regional Il-114-300 bagi layanan penerbangan di Distrik Federal Timur Jauh Rusia, serta pesawat LMS-901 Baikal.
Mishustin menekankan pentingnya menjaga keberlangsungan produksi pesawat dan memenuhi pesanan yang telah direncanakan hingga 2035.
Untuk mendukung pembelian pesawat domestik, pemerintah Rusia juga akan menerapkan program pinjaman preferensial bagi maskapai penerbangan yang menyewa pesawat buatan Rusia, ujarnya. Langkah itu bertujuan meringankan beban keuangan operator penerbangan dan membantu mempertahankan lini produksi.






Komentar (0)