Pantau - Sedikitnya empat warga Palestina, termasuk dua anak, dilaporkan tewas dan puluhan lainnya terluka akibat serangkaian serangan Israel di berbagai wilayah Jalur Gaza pada Kamis (30/7), menurut laporan Al Jazeera yang mengutip Kementerian Kesehatan Gaza.
Korban Tewas dan Luka Terus BertambahKementerian Kesehatan Gaza menyebutkan dalam 24 jam terakhir sebanyak enam jenazah dan 34 korban luka telah dievakuasi ke rumah sakit terdekat.
Jumlah tersebut mencakup empat korban tewas baru, satu warga Palestina yang meninggal akibat luka-luka yang diderita sebelumnya, serta satu jenazah yang ditemukan setelah serangan terdahulu.
Di wilayah selatan Jalur Gaza, Al Jazeera melaporkan sebuah kamp pengungsi menjadi sasaran tembakan pasukan Israel sehingga banyak penghuninya kehilangan tempat tinggal.
Konflik Berlanjut Meski Pernah Berlaku Gencatan SenjataIsrael melancarkan operasi militer di Jalur Gaza pada Oktober 2023 sebagai respons atas serangan kelompok Palestina Hamas.
Menurut laporan tersebut, operasi militer itu telah menyebabkan lebih dari 73.000 orang tewas dan 173.000 lainnya terluka.
Pada 9 Oktober 2025, Israel dan Hamas menyepakati fase pertama rencana perdamaian yang diajukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan mediasi Mesir, Qatar, Amerika Serikat, dan Turki.
Sehari setelah kesepakatan itu, gencatan senjata mulai berlaku di Jalur Gaza.
Sesuai kesepakatan, pasukan Israel mundur ke Garis Kuning, namun dilaporkan masih menguasai lebih dari 50 persen wilayah Jalur Gaza.





Komentar (0)