Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG rawan terkoreksi hingga perdagangan saham akhir pekan ini, Jumat (31/7).
Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan secara teknikal pergerakan IHSG masih cenderung terbatas. Ia memperkirakan indeks masih berpotensi terkoreksi ke kisaran 5.970–6.029. Sementara itu, jika mampu menguat, IHSG diperkirakan akan menguji area 6.172–6.219.
“Adapun kami perkirakan, area penguatan terdekatnya berada di 6.172–6.219,” tulis Herditya dalam risetnya, Jumat (31/7).
MNC Sekuritas menargetkan area support IHSG berada di kisaran 6.007–5.839, sementara level resistance diperkirakan berada pada rentang 6.266–6.377.
Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena daya beli saham naik.
Sedangkan resistance merupakan tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju kenaikan harga tertahan.
MNC Sekuritas merekomendasikan buy on weakness sejumlah saham. Misalnya PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) akumulasi beli di rentang Rp 9.025–Rp 9.200 dengan target harga di Rp 9.400–Rp 9.650, sementara level stoploss di bawah Rp 8.900.
Kemudian PT Darma Henwa Tbk (DEWA) direkomendasikan buy on weakness pada area Rp 392–Rp 414 dengan target harga di Rp 486–Rp 550, dan stoploss di bawah Rp 358.
Sentimen IHSGPhintraco Sekuritas mencatat IHSG ditutup menguat 1,56% ke level 6.186,36 pada perdagangan Kamis (30/7) kemarin. Secara teknikal, indeks berhasil ditutup di atas level MA5 (moving average atau rata-rata penutupan lima hari perdagangan terakhir), MA20, dan MA50 dan tetap bertahan di atas level psikologis 6.000.
Di sisi lain, indikator Stochastic RSI mulai mendekati area oversold dan berpotensi membentuk golden cross (sinyal awal kenaikan), sehingga membuka peluang bagi IHSG untuk melanjutkan penguatan ke kisaran 6.200–6.250 pada perdagangan Jumat (31/7).
Oversold adalah kondisi ketika harga saham atau indeks dianggap sudah turun terlalu dalam dalam waktu relatif singkat, sehingga secara teknikal dinilai berpotensi mengalami rebound (memantul naik).
Menurut Phintraco Sekuritas, kenaikan indeks diperkirakan ditopang oleh rebound bursa Wall Street dan koreksi harga minyak dunia. Selain itu, sejumlah data ekonomi terbaru Amerika Serikat dinilai meredakan kekhawatiran pasar terhadap potensi kenaikan suku bunga Federal Reserve yang lebih agresif dari perkiraan.
Tak hanya itu berlanjutnya musim laporan keuangan kuartal kedua 2026 dan maraknya aksi korporasi juga menjadi sentimen positif bagi pasar saham domestik.
Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Timah Tbk (TINS), PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL), PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI).





Komentar (0)