Ekspor Senjata India ke Israel Berisiko Berkontribusi pada Genosida di Palestina

metrotvnews.com
8 jam lalu
Cover Berita

New Delhi: India tetap memasok persenjataan ke Israel meski terdapat risiko besar bahwa senjata tersebut dapat digunakan dalam genosida yang sedang berlangsung terhadap warga Palestina di Gaza. 

Hal itu disampaikan Amnesty International dalam laporan terbarunya yang dirilis pada 30 Juni.

Laporan berjudul Made in India: The Supply of Weapons and Ammunition to Israel menggunakan data perdagangan tingkat pengiriman antara India dan Israel untuk mengungkap bagaimana senjata, amunisi, suku cadang, dan komponen buatan India dikirim kepada perusahaan-perusahaan besar Israel yang memasok kebutuhan militer negara tersebut.

Laporan itu juga mengidentifikasi sejumlah perusahaan yang dimiliki dan dikendalikan langsung oleh pemerintah India.

"Riset kami mengungkap dukungan berkelanjutan India kepada sektor militer dan pertahanan Israel meskipun genosida di Gaza telah disiarkan ke seluruh dunia hampir setiap hari selama bertahun-tahun," kata Sekretaris Jenderal Amnesty International Agnes Callamard, dikutip dari TRT World, Jumat, 31 Juli 2026.

Ia menambahkan, mengingat Mahkamah Internasional (ICJ) telah mengeluarkan langkah sementara yang mengakui adanya risiko masuk akal terjadinya genosida terhadap warga Palestina di Gaza, pemerintah India tidak dapat beralasan bahwa mereka tidak mengetahui risiko pelanggaran hukum internasional akibat terus mengizinkan dan memfasilitasi transfer senjata ke Israel.

Menurut laporan tersebut, penyelidik Amnesty menganalisis sekitar 2.596 pengiriman senjata, amunisi, suku cadang, dan komponen dari India ke Israel sejak 7 Oktober 2023.

Data yang dianalisis menunjukkan perusahaan-perusahaan India memasok sedikitnya 390.516 komponen senjata ringan untuk persenjataan militer, 564.970 komponen amunisi peledak seperti hulu ledak drone dan selongsong artileri, serta 298 komponen kendaraan militer kepada perusahaan-perusahaan Israel yang menjadi pemasok langsung bagi militer negara tersebut.

Di antara perusahaan pertahanan milik pemerintah, Amnesty mengidentifikasi Munitions India, Advanced Weapons and Equipment India Ltd, dan India Optel Ltd sebagai produsen yang produknya masuk ke rantai pasok pertahanan Israel selama periode penelitian. Ketiga perusahaan tersebut sepenuhnya dimiliki pemerintah India dan dibentuk setelah restrukturisasi Ordnance Factory Board pada 2021.

Amnesty menyatakan telah mengirim surat kepada pemerintah India dan sembilan perusahaan yang disebut dalam laporan itu pada Juni dan Juli 2026 untuk memaparkan temuannya. Namun, hingga laporan dipublikasikan, tidak ada tanggapan yang diterima. Hubungan Pertahanan India-Israel Telah Berlangsung Lama India dan Israel telah lama menjalin hubungan erat di bidang pertahanan dan keamanan.

Selama beberapa dekade, India dikenal sebagai salah satu importir persenjataan terbesar di dunia. Israel menjadi salah satu pemasok utamanya, terutama setelah Perang Kargil melawan Pakistan pada 1999, ketika New Delhi semakin banyak membeli sistem pengawasan, drone, rudal, dan amunisi berpemandu presisi dari Israel.

Berdasarkan data Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), Israel juga menjadi pemasok senjata terbesar ketiga bagi India pada periode 2020-2025 dengan porsi sekitar 15 persen, setelah Rusia sebesar 40 persen dan Prancis sebesar 29 persen.

Pada 2025, India dan Israel juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama pertahanan untuk memperkuat hubungan militer, industri, dan teknologi.

Perdana Menteri India Narendra Modi juga beberapa kali menyebut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebagai "sahabat dekat", meskipun Mahkamah Pidana Internasional (ICC) pada akhir 2024 telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu atas dugaan kejahatan perang yang dilakukan dalam perang Israel di Gaza.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Ada Zikir dan Doa Kebangsaan Besok di Monas Jakpus, 1.263 Personil Gabungan Disiapkan
• 1 jam lalu
0
thumb
SAKA Siapkan Pengeboran Sumur Eksplorasi WK Pekawai pada Kuartal III-2026
• 50 menit lalu
0
thumb
Pejabat Senior FIFA Mengundurkan Diri Buntut Rencana Infantino Jual Saham Piala Dunia
• 2 jam lalu
0
thumb
Tukin Naik 20 Persen, Komisi I DPR RI Harap TNI dan Pegawai Kemhan Tingkatkan Profesionalisme dalam Bertugas
• 10 jam lalu
0
thumb
MPLS di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Tuban Dimulai, Bupati Berpesan Semua Siswa Dapat Fasilitas yang Layak
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.