TNI & Polisi Siaga di Kantor Debt Collector Surabaya, Antisipasi Bentrok Susulan

kumparan.com
11 jam lalu
Cover Berita

Ratusan personel TNI dan Polri bersiaga di depan sebuah gedung yang diduga kantor debt collector di Jalan Teuku Umar, Kecamatan Tegalsari, Surabaya, Jumat (31/7). Pengamanan ini untuk mencegah terjadinya bentrok susulan.

Personel gabungan Polri, TNI, dan Brimob mulai berdatangan ke lokasi sekitar pukul 11.20 WIB. Mereka datang menggunakan tiga bus, dua kendaraan taktis (rantis), satu mobil water cannon, satu kompi TNI, serta satu truk Brimob. Setibanya di lokasi, aparat langsung menggelar apel di sekitar markas DC.

Selain aparat keamanan, terlihat pula sejumlah orang berpakaian sipil berjaga di pos yang berada tepat di depan markas tersebut.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, mengatakan pengamanan dilakukan untuk mencegah terjadinya bentrok susulan. Rencananya hari ini juga akan ada aksi massa dari salah satu kelompok masyarakat.

Bentrok sebelumnya dipicu kasus pembacokan yang diduga dilakukan oleh seorang debt collector terhadap petugas valet di kawasan Jalan Basuki Rahmat, Surabaya, pada Sabtu (25/7) dini hari.

"Terkait hal itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Pertama, adanya kemungkinan massa aksi dari daerah lain, meskipun aksi hari ini hanya diperuntukkan bagi anggota kelompok silat dari Surabaya," kata Luthfie kepada wartawan, Jumat (31/7).

Luthfie menjelaskan, selain di Jalan Teuku Umar, aksi juga akan berlangsung di depan Mapolrestabes Surabaya. Pihaknya menyiagakan personel di sejumlah titik yang dinilai rawan terjadi gesekan.

Pengamanan, kata dia, tidak hanya dilakukan sebelum aksi berlangsung, tetapi juga hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai dan situasi dinyatakan aman serta kondusif.

"Petugas akan dibagi ke beberapa titik. Selain di Mapolrestabes Surabaya dan Jalan Teuku Umar, personel juga akan berjaga di perbatasan keluar-masuk Kota Surabaya. Jika ditemukan anggota kelompok silat dari daerah lain, mereka akan diimbau untuk tidak memasuki kota," ujarnya.

Luthfie juga mengingatkan seluruh personel pengamanan agar mewaspadai kemungkinan adanya penyusup yang dapat memicu kericuhan di tengah massa aksi.

"Karena sebagian besar anggota kelompok silat ini masih berusia muda dan emosinya relatif belum stabil. Saya berharap seluruh petugas dapat tetap sabar dan tidak mudah terpancing," katanya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Usut Korupsi Pemalang, KPK Temukan Fitur Pesan Otomatis Hilang di Ponsel Tersangka
• 45 menit lalu
0
thumb
Polisi Ungkap Sumber Kepulan Asap di Terminal Internasional Bandara Ngurah Rai
• 1 jam lalu
0
thumb
Sabun Cuci Ecoenzyme, Cara Cari Cuan dari Sampah Organik
• 11 jam lalu
0
thumb
Kemarau Panjang Ancam Panen, Asuransi Usaha Tani Harus Diperkuat
• 11 jam lalu
0
thumb
Deretan Putusan MK yang Menanti Tindak Lanjut Pemerintahan Prabowo
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.