JAKARTA, KOMPAS.TV – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat agar mewaspadai dampak kesehatan selama musim kemarau 2026.
Selain meningkatkan risiko kekeringan, minimnya curah hujan juga berpotensi memicu gangguan kesehatan, mulai dari infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), demam berdarah dengue (DBD), malaria, hingga heat stroke akibat cuaca panas ekstrem.
Baca Juga: BMKG Jelaskan 4 Tahapan Kekeringan, Indonesia Kini Memasuki Fase Mana?
Dalam siaran persnya Kamis (30/7/2026), BMKG menyebut sektor kesehatan menjadi salah satu bidang yang perlu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dampak musim kemarau.
Lembaga tersebut menilai kondisi cuaca yang semakin kering memerlukan langkah antisipasi sejak dini agar risiko gangguan kesehatan masyarakat dapat ditekan.
BMKG menjelaskan, minimnya curah hujan selama musim kemarau dapat menyebabkan penurunan kualitas udara yang berpotensi meningkatkan kasus ISPA.
Risiko tersebut dapat semakin besar apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menghasilkan asap dan partikel pencemar udara.
Karena itu, BMKG meminta pemangku kepentingan bersama masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan kualitas udara selama periode kemarau.
Selain gangguan saluran pernapasan, BMKG juga mengingatkan potensi perubahan sebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) dan malaria yang perlu diantisipasi melalui mekanisme respons cepat.
Baca Juga: BMKG Deteksi 5.019 Titik Panas di Indonesia, Ini Wilayah Berisiko Karhutla Tinggi Agustus-September
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- BMKG
- musim kemarau 2026
- ISPA
- heat stroke
- DBD
- cuaca panas






Komentar (0)