Elon Musk Bantah Akan Jual Bisnis Tesla di China

idxchannel.com
13 jam lalu
Cover Berita

CEO Tesla, Elon Musk, membantah laporan yang mengklaim bahwa produsen kendaraan listrik (EV) tersebut sedang menjajaki pemisahan atau penjualan.

Elon Musk Bantah Akan Jual Bisnis Tesla di China. (Foto: US Air Force)

IDXChannel - CEO Tesla, Elon Musk, membantah laporan yang mengklaim bahwa produsen kendaraan listrik (EV) tersebut sedang menjajaki pemisahan atau penjualan bisnisnya di China.

Dilansir dari The Information pada Jumat (31/7/2026), Wall Street Journal sebelumnya melaporkan bahwa Musk mempertimbangkan hal tersebut untuk memperlancar rencana merger antara Tesla dan perusahaan roket SpaceX yang juga dipimpinnya.

Baca Juga:
Tesla dan BYD Bersaing Ketat di Eropa, Penjualan Melonjak 150 Persen

"Itu adalah berita palsu," kata Musk di platform media sosial X.

Wall Street Journal melaporkan bahwa para eksekutif Tesla sedang mengevaluasi beberapa opsi untuk bisnis di China termasuk pemisahan, penjualan, atau bahkan penutupan, meskipun belum ada keputusan akhir yang dibuat.

Baca Juga:
Laba Tesla Capai Rp19 Triliun pada Kuartal II-2026, Lebih Lemah dari Ekspektasi

Musk belum mengumumkan secara terbuka rencana merger Tesla dengan SpaceX. Namun, pernyataannya baru-baru ini tentang tumpang tindih operasional yang semakin meningkat antara kedua perusahaan telah memicu spekulasi tentang kemungkinan penggabungan.

Karena SpaceX kerap berbisnis dengan pemerintah AS, terutama di sektor pertahanan. Penggabungannya dengan Tesla, yang memiliki bisnis besar di China, mungkin akan rumit.

Baca Juga:
Tesla Pertimbangkan Jual Bisnis di China di Tengah Spekulasi Merger dengan SpaceX

Laporan tersebut menambahkan bahwa para eksekutif Tesla juga menjajaki pengembangan sistem yang terpisah, guna membatasi akses karyawan yang berbasis di China ke operasi global Tesla.

Gigafactory Tesla di Shanghai, fasilitas produksi terbesar perusahaan, memiliki kapasitas produksi tahunan lebih dari 950.000 kendaraan.

Pabrik tersebut mengekspor kendaraan ke sejumlah pasar internasional termasuk Eropa, Kanada, dan Australia

China adalah pasar terbesar kedua Tesla setelah AS, meskipun persaingan dari produsen kendaraan listrik domestik seperti BYD semakin intensif.

Tesla juga merupakan produsen mobil asing pertama yang diizinkan beroperasi di China tanpa mitra usaha patungan lokal. Pabrik Tesla di Shanghai didukung oleh lebih dari 400 pemasok lokal. (Wahyu Dwi Anggoro)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
LPSK Assesmen Permohonan Perlindungan Ferry 'Boboho'
• 2 jam lalu
0
thumb
70 Ribu Warga Jabar Belum Punya Listrik, Dedi Mulyadi Targetkan 2027 Rampung
• 17 jam lalu
0
thumb
Antisipasi Gagal Panen Imbas Kekeringan, Pemkab Lebak Siapkan 201 Pompa Air
• 16 jam lalu
0
thumb
Ashmore (AMOR) Kembali Perpanjang Buyback Rp7 Miliar hingga Akhir Oktober
• 11 jam lalu
0
thumb
Sidang Praperadilan Ketiga Roy Suryo Berlanjut, Saksi Ahli Sindir Balik: Kita Ini Sarjana Hukum
• 10 jam lalu
0
Berhasil disimpan.