Musim Kemarau Sebabkan 6 Kecamatan Lumajang Krisis Air Bersih, Warga Bergantung Bantuan Droping
Lumajang, tvOnenews.com - Sebanyak 6 kecamatan di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau.
Adapun 6 titik terdampak krisis air bersih tersebut berada di Kecamatan Ranuyoso, Klakah, Kedungjajang, Gucialit, Padang, dan Senduro.
Akibat bencana kekeringan tersebut warga harus bergantung dengan pasokan air dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang untuk memenuhi kebutuhan air bersih.
Krisis air bersih itu salah satunya dirasakan Suriyati, warga Kecamatan Gucialit. Sudah dua bulan terakhir Suriyati harus bergantung dengan bantuan pengiriman air bersih. Menurutnya, musim kemarau membuat sumber mata air yang ada di wilayahnya mengecil dan tidak bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Sudah dua bulan ini krisis airnya. Ada sumur bor tapi nggak cukup, jadi bergantung ke droping air dari BPBD,” ucap Suriyati, Jumat (31/7).
Kabid Kedaruratan dan Rehabilitasi BPBD Lumajang Yudhi Cahyono menjelaskan pihaknya selalu rutin mengirimkan 4 armada tangki untuk memenuhi kebutuhan air bersih.
Masing-masing armada tersebut mampu mengirimkan sebanyak 6 rit air bersih di daerah terdampak.
“Langkah-langkah dari BPBD kita sudah antisipasi dengan 4 armada tangki. Setiap tangki mengirimkan 6 kali rit,” kata Yudhi.
Kawasan krisis air bersih diprediksi akan semakin meluas ditandai dengan semakin bertambahnya titik penyaluran air bersih yang dilakukan seriap harinya. Yudhi memastikan pihaknya akan berupaya untuk memasok seluruh kebutuhan air bersih di daerah terdampak.
Sementara Kepala SNVT PJSA BBWS Brantas Hariyo Priambodo menyampaikan proses pemantauan kondisi sumber air akan dilakukan secara berkala melalui pos duga air, bendungan, waduk, hingga jaringan irigasi dan sungai.
Upaya tersebut dirasa penting sebagai dasar dalam mengatur pola operasi agar distribusi air tetap optimal di kawasan terdampak kekeringan.
“Kita juga terus memetakan wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan dan menyusun langkah penanganan secara cepat,” ungkap Hariyo. (wso/ias)





Komentar (0)