Indonesia dan China Perkuat Kemitraan Hijau untuk Dorong Transisi Energi dan Aksi Iklim

pantau.com
11 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Pemerintah Indonesia dan China memperkuat kemitraan di bidang transisi energi, perubahan iklim, dan pembangunan hijau melalui pertemuan Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat dengan Utusan Khusus Perubahan Iklim China Liu Zhenmin di Jakarta pada Kamis (30/7).

Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut komitmen kedua kepala negara yang menempatkan kerja sama lingkungan hidup dan pembangunan hijau sebagai salah satu pilar utama hubungan bilateral Indonesia dan China.

Fokus pada Investasi Hijau dan Aksi Iklim

Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat mengungkapkan, "Indonesia meyakini bahwa perlindungan lingkungan bukan merupakan beban pembangunan, melainkan fondasi bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Karena itu kami mengusung paradigma Growth through Environmental Protection, yaitu membangun kesejahteraan melalui perlindungan lingkungan hidup, dengan memastikan bahwa manfaat ekonomi hijau dapat dirasakan secara adil oleh masyarakat.”

Jumhur menjelaskan Indonesia juga mengembangkan pendekatan yang mengintegrasikan mitigasi, adaptasi, dan kesejahteraan sebagai tiga pilar utama aksi iklim nasional.

Pendekatan tersebut diperkuat melalui pengembangan pasar karbon, kredit keanekaragaman hayati, mekanisme pembagian manfaat yang adil, serta penerapan prinsip keadilan iklim.

Ia menambahkan, "Hubungan Indonesia dan Tiongkok telah berkembang menjadi kemitraan yang saling menguntungkan. Ke depan, kami berharap kerja sama ini semakin berorientasi pada aksi nyata, inovasi, investasi hijau, transfer teknologi, dan peningkatan kapasitas sehingga mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat kedua negara serta berkontribusi terhadap pencapaian agenda pembangunan berkelanjutan dunia."

Perluas Kolaborasi Energi Bersih dan Teknologi

Utusan Khusus Perubahan Iklim China Liu Zhenmin mengatakan, "China memandang Indonesia sebagai salah satu mitra strategis paling penting di ASEAN dan Negara-Negara Selatan. Kami siap memperdalam kerja sama praktis di bidang perubahan iklim, energi bersih, teknologi hijau, sistem peringatan dini bencana, ekonomi sirkular, dan perlindungan lingkungan, sekaligus bekerja sama untuk menjaga kepentingan negara-negara berkembang dalam tata kelola iklim global.”

Kedua negara menyepakati peningkatan kerja sama dalam investasi energi terbarukan, pengembangan ekosistem kendaraan listrik berbasis baterai, industri panel surya, serta penguatan rantai pasok industri hijau.

Kerja sama juga mencakup pengembangan sistem peringatan dini bencana berbasis satelit dan kecerdasan buatan, konservasi hutan hujan tropis, pengelolaan sampah menjadi energi, perlindungan keanekaragaman hayati, serta riset dan pelatihan sumber daya manusia di sektor hijau.

Indonesia dan China juga sepakat memperkuat posisi bersama menjelang konferensi iklim internasional dengan mendorong negara-negara maju memenuhi komitmen pendanaan iklim dan transfer teknologi.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kronologi Wanita Ditemukan Tewas di Kos Jakbar, Berawal dari Cekcok Pesan WA dengan Suami dan Terungkap Lewat Tetesan Darah
• 11 jam lalu
0
thumb
Pilot Asing Diduga Bawa 70.114 Butir Ekstasi Ditangkap di Bandara Soetta, Kini Jadi Tersangka
• 14 jam lalu
0
thumb
Kapolri Mutasi Wakapolda Sumut Brigjen Sonny Irawan Jadi Kasespimmen Sespim Lemdiklat
• 10 jam lalu
0
thumb
Link Live Streaming Birmingham vs Barcelona Lengkap dengan Jadwal Uji Coba
• 4 jam lalu
0
thumb
Hal yang Sering Terjadi saat Seseorang Mulai Burnout di Tempat Kerja
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.