Kemnaker Ajak Perusahaan Manfaatkan Super Tax Deduction untuk Tingkatkan Kompetensi Tenaga Kerja

pantau.com
14 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Kementerian Ketenagakerjaan mengajak perusahaan memanfaatkan insentif pajak Super Tax Deduction (STD) guna memperkuat pengembangan kompetensi tenaga kerja melalui program pelatihan vokasi dan magang.

Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan (Barenbang Ketenagakerjaan) Kemnaker Anwar Sanusi mengatakan insentif tersebut memberikan pengurangan penghasilan bruto hingga 200 persen atas biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk kegiatan vokasi.

Insentif untuk Dorong Investasi SDM

Anwar mengungkapkan, “Pengembangan kompetensi tenaga kerja tidak boleh lagi dilihat hanya sebagai biaya operasional perusahaan. Ini adalah investasi jangka panjang yang berdampak nyata, baik bagi kemajuan perusahaan itu sendiri maupun bagi pertumbuhan ekonomi nasional.”

Menurutnya, peningkatan kapasitas dan produktivitas tenaga kerja menjadi fondasi penting dalam membangun perekonomian yang lebih kompetitif.

Pemerintah terus memperkuat berbagai program pengembangan sumber daya manusia melalui Pelatihan Vokasi Nasional dan Magang Nasional sebagai bagian dari peningkatan kualitas tenaga kerja.

Pemanfaatan STD Masih Perlu Ditingkatkan

Kemnaker menilai kebijakan Super Tax Deduction menjadi langkah strategis untuk mendorong keterlibatan dunia usaha dalam pengembangan kompetensi tenaga kerja melalui investasi pelatihan.

Namun, hasil analisis Pusat Pengembangan Kebijakan Ketenagakerjaan menunjukkan pemanfaatan insentif tersebut oleh dunia usaha masih belum optimal karena jumlah perusahaan yang menggunakannya masih relatif sedikit.

Barenbang Ketenagakerjaan terus menyusun strategi agar pemanfaatan STD semakin luas dan regulasinya lebih adaptif terhadap kebutuhan dunia usaha.

Anwar mengungkapkan, “Mewujudkan tenaga kerja yang berdaya saing adalah kunci menopang pertumbuhan ekonomi. Kita membutuhkan sinergi yang kuat antara pekerja, organisasi usaha, industri, akademisi, dan pemerintah untuk memastikan praktik produksi di Indonesia menjadi lebih berkelanjutan, efisien, dan siap bersaing secara global.”


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kami Sudah Lelah Kesulitan Air, Pak!
• 19 jam lalu
0
thumb
Mutasi Polri, Brigjen Untung Widyatmoko Ditunjuk Jadi Kadiv Hubinter
• 11 jam lalu
0
thumb
Darah Pendonor Langka O Bombay Rhesus Positif untuk Balita Akan Diambil di Bali, Dikirim ke Surabaya
• 3 jam lalu
0
thumb
Rekomendasi Drama China dengan Rating Tinggi di Netflix
• 15 jam lalu
0
thumb
Prabowo Klaim Dapat Permintaan Mengejutkan dari Pemimpin Korea Selatan
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.