Wacana Kenaikan Gaji Kepala Daerah di Tengah Maraknya OTT

liputan6.com
18 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah membuka peluang menaikkan hak keuangan kepala daerah. Sudah lebih dari dua dekade, besaran hak keuangan kepala daerah disebut belum mengalami penyesuaian.

Wacana tersebut mencuat di tengah sorotan publik terhadap maraknya operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menjerat sejumlah kepala daerah.

Advertisement

BACA JUGA: OTT Bupati Pemalang

Usulan itu akan dibahas melalui revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 109 Tahun 2000 tentang Hak Keuangan Kepala Daerah agar lebih sesuai dengan kondisi ekonomi saat ini.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian mengatakan, aturan yang telah berlaku selama 26 tahun itu sudah tidak lagi relevan dengan perkembangan zaman.

"Kalau kita lihat, tahun 2000 sampai tahun 2026 kan sudah jauh berbeda. Sudah waktunya juga mungkin untuk dilakukan revisi. Tentunya nanti kita akan membentuk tim di tingkat pemerintah dan membahasnya bersama Menteri Keuangan serta Bappenas," ujar Tito di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (30/7/2026).

Menurut Tito, rencana revisi tersebut merupakan tindak lanjut dari kesimpulan rapat Komisi II DPR bersama Kementerian Dalam Negeri. Karena itu, Kemendagri akan berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk menyusun formulasi baru.

"Ini tadi kan ada pesan dari kesimpulan rapat agar Kemendagri berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan dan Bappenas," katanya.

Dia menambahkan, perubahan aturan tidak hanya menyangkut besaran hak keuangan kepala daerah, tetapi juga formula perhitungannya agar mencerminkan kondisi ekonomi saat ini.

"Kalau nanti direformasi atau diformulasikan kembali, tentu harus disesuaikan dengan keadaan sekarang karena kenaikan biaya dari tahun 2000 sampai sekarang sudah sangat berbeda," ujarnya.

Menurut Tito, skema baru nantinya juga akan mempertimbangkan kemampuan fiskal daerah melalui pendapatan asli daerah (PAD), sehingga pemberian hak keuangan dinilai lebih proporsional.

"Ini harus dikaitkan dengan PAD. Jadi kalau ada belanja operasional yang dikaitkan dengan besaran PAD, bukan hanya kepala daerah yang diuntungkan, tetapi juga masyarakat," pungkasnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
BGN Duga Ada Oknum Lama yang Kirim Uang ke Rekening SPPG Anomali
• 3 jam lalu
0
thumb
IHSG Diprediksi Terkoreksi di Area 5.970-6.029, Begini Analisa Saham AADI-BBRI
• 19 jam lalu
0
thumb
Menkum Belum Terima Salinan Putusan MK soal Pemisahan Anggaran MBG dengan Dana Pendidikan
• 12 jam lalu
0
thumb
Perlawanan Febrie Adriansyah dan Ujian Berat Institusi Kejaksaan
• 15 jam lalu
0
thumb
Petakan 4 Isu Strategis Perbatasan, BNPP RI Perkuat Sinergi Lintas Sektor Lewat Rencana Aksi 2026
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.