HARIAN.FAJAR.CO.ID, BONE — Ketua DPRD Bone, Andi Tenri Walinonong (ATW), akhirnya muncul di hadapan awak media setelah beberapa hari sulit dimintai keterangan terkait dugaan penganiayaan terhadap seorang staf Sekretariat DPRD Bone.
Namun, kemunculannya berlangsung singkat. Usai tidak menghadiri rapat konsultasi DPRD meski diketahui berada di ruangannya di Gedung DPRD Bone, Kamis, 30 Juli 2026, ATW tampak memilih langsung menuju mobil dinasnya dengan pengawalan ketat beberapa orang.
Sejak siang, sejumlah wartawan telah menunggu di depan ruang kerja Ketua DPRD Bone mengharapkan konfirmasi terkait laporan polisi yang kini bergulir di Polres Bone. Beberapa dari reporter bahkan ada yang menunggu sejak pagi.
Politisi Gerindra itu diketahui baru ke luar pada sore harinya, baru saat akan meninggalkan gedung DPRD, ia terlihat berjalan cepat menuju kendaraan dinasnya.
Selama perjalanan menuju mobil, berondongan pertanyaan dari wartawan mengenai dugaan penganiayaan yang dilaporkan seorang staf Sekretariat DPRD Bone terus diarahkan kepadanya.
Mulai dari kronologi peristiwa, tanggapan atas laporan polisi, hingga sikapnya terhadap proses yang sedang berjalan.
Sayangnya, ATW tidak memberikan penjelasan atas pertanyaan-pertanyaan tersebut. Ia hanya melempar senyum, dan memilih hemat bicara.
“Serahkan saja kepada kepolisian. Doakan saja,” ujar ATW singkat sebelum masuk ke dalam mobil dan meninggalkan lokasi.
Sikap itu melanjutkan pola yang terlihat dalam beberapa hari terakhir. Sejak laporan dugaan penganiayaan mencuat ke publik, ATW belum pernah memberikan klarifikasi lengkap dan secara terbuka kepada awak media.
Sementara itu, laporan dugaan penganiayaan terhadap ATW masih berproses di Polres Bone. Kasus tersebut dilaporkan oleh staf Sekretariat DPRD Bone Yuli Nofita Sari alias YNS dan hingga kini masih dalam tahap penyelidikan. (an)






Komentar (0)