Puluhan Warga di Tulungagung Keracunan Diduga Akibat Menu MBG

beritajatim.com
18 jam lalu
Cover Berita

Tulungagung (beritajatim.com) – Kasus keracunan diduga karena menu Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di Tulungagung.
Puluhan warga di Desa Pakisrejo dan Banjarejo, Kecamatan Rejotangan, diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu MBG. Kasus keracunan ini terkesan ditutup-tutupi karena pihak SPPG Pakisrejo tidak segera melaporkan kejadian tersebut kepada satuan tugas.

Ketua Tim Pengawas Keamanan Pangan Program MBG Kecamatan Rejotangan, Eko Sumaryono, mengatakan bahwa dugaan kasus keracunan MBG ini terjadi pada pada Senin, (27/7/2026). Saat itu, SPPG Pakisrejo mendistribusikan menu MBG kepada penerima manfaat, yakni siswa dan peserta posyandu B3 (balita, ibu hamil, dan ibu menyusui). Adapun menu yang disajikan oleh SPPG Pakisrejo meliputi nasi putih, daging masak kecap, buncis, tempe, jeruk, dan kerupuk.

Setelah menyantap menu MBG tersebut, pada Senin malam banyak penerima manfaat mengalami gejala berupa muntah, mual, dan diare. Sejumlah penerima manfaat melaporkan gangguan pencernaan kepada kader posyandu, yang kemudian meneruskannya ke pihak SPPG.

.uad859b1df89837a27bc061ae9c1c46f8 { padding:0px; margin: 0; padding-top:1em!important; padding-bottom:1em!important; width:100%; display: block; font-weight:bold; background-color:#eaeaea; border:0!important; border-left:4px solid #D35400!important; text-decoration:none; } .uad859b1df89837a27bc061ae9c1c46f8:active, .uad859b1df89837a27bc061ae9c1c46f8:hover { opacity: 1; transition: opacity 250ms; webkit-transition: opacity 250ms; text-decoration:none; } .uad859b1df89837a27bc061ae9c1c46f8 { transition: background-color 250ms; webkit-transition: background-color 250ms; opacity: 1; transition: opacity 250ms; webkit-transition: opacity 250ms; } .uad859b1df89837a27bc061ae9c1c46f8 .ctaText { font-weight:bold; color:#464646; text-decoration:none; font-size: 16px; } .uad859b1df89837a27bc061ae9c1c46f8 .postTitle { color:#000000; text-decoration: underline!important; font-size: 16px; } .uad859b1df89837a27bc061ae9c1c46f8:hover .postTitle { text-decoration: underline!important; }
Baca Juga:  Magetan Disebut Tak Lagi Dapat Insentif Fiskal dari Pemerintah Pusat

“Jadi, setelah menyantap menu tersebut, ada jeda waktu sebelum penerima manfaat mengalami keluhan pencernaan. Keluhan dialami mulai Senin malam hingga Selasa siang,” ujarnya, Jumat (31/7/2026).

Sayangnya, SPPG Pakisrejo tidak segera melaporkan dugaan keracunan MBG tersebut kepada satuan tugas. Satuan tugas justru baru menerima laporan dari perangkat Desa Pakisrejo setelah banyak warga mengalami gangguan pencernaan.

“Sebagai satuan tugas pengawasan pangan, kami menilai kasus ini terkesan ditutup-tutupi. Seharusnya kasus semacam ini dapat segera dilaporkan agar segera mendapat penanganan,” tuturnya.

Setelah menerima informasi tersebut, pihaknya segera menerjunkan tim untuk mendatangi SPPG. Berdasarkan data, jumlah korban dugaan keracunan mencapai 66 orang, dengan rincian 47 penerima manfaat dari posyandu dan 19 penerima manfaat dari sekolah. Beberapa penerima manfaat yang mengalami gangguan pencernaan juga harus dibawa ke Puskesmas.

Pasca kejadian, SPPG Pakisrejo telah ditutup sementara mulai kemarin. Penutupan dilakukan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

“Sudah ditutup hari ini. Operasional SPPG Pakisrejo ditutup sementara sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Penutupan menjadi kewenangan BGN,” pungkasnya. [nm/aje]


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Spanyol Kerahkan Militer Usai Ribuan Migran Serbu Daerah Kantong Ceuta
• 17 jam lalu
0
thumb
KemenUMKM: Perpres No. 38/2026 landasan bangun ekosistem kewirausahaan
• 8 jam lalu
0
thumb
Neuron Digital Gandeng Tiga Mitra Perkuat Ekosistem Kecerdasan Bangunan
• 20 jam lalu
0
thumb
SAKA Siapkan Pengeboran Sumur Eksplorasi WK Pekawai pada Kuartal III-2026
• 1 jam lalu
0
thumb
Mekeng Berharap Jakarta jadi Pionir Obligasi Daerah
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.