Temanggung: Penguatan tata kelola Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan kualitas pembinaan calon jemaah haji. Upaya tersebut diharapkan mampu mendukung penyelenggaraan manasik yang lebih efektif sekaligus meningkatkan kesiapan jemaah sebelum berangkat ke Tanah Suci.
"KBIHU bukan sekadar tempat belajar tata cara ibadah haji. KBIHU adalah ruang pembinaan yang membentuk jemaah agar mandiri, tertib, disiplin, dan mampu menjalankan ibadah dengan baik. Karena itu, tata kelolanya harus terus diperkuat agar kualitas pelayanan kepada jemaah semakin meningkat," kata Anggota Komisi VIII DPR RI, Wibowo Prasetyo, saat peletakan batu pertama Gedung Auditorium KBIHU Babussalam Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Temanggung, Kamis, 30 Juli 2026.
Baca Juga :
Tingkatkan Layanan Haji, Patuna Travel Perkuat Sinergi dengan Metro TVAcara juga menghadirkan Direktur Bina Jemaah Haji Reguler Kementerian Haji dan Umrah RI, Afif Mundzir, serta diikuti Forum Komunikasi KBIHU se-Eks Karesidenan Kedu, jajaran Kementerian Haji dan Umrah, Kementerian Agama Kabupaten Temanggung, pengurus PCNU, pengurus KBIHU Babussalam NU, dan calon jemaah haji 2027.
Dalam paparannya, Wibowo mengatakan KBIHU memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam mempersiapkan jemaah haji, baik dari aspek ibadah, mental, fisik, maupun sosial.
Ilustrasi pexels
Menurutnya, peningkatan tata kelola KBIHU perlu dilakukan melalui penguatan kompetensi pembimbing, penerapan tata kelola organisasi yang transparan dan akuntabel, penyempurnaan kurikulum manasik, pemanfaatan teknologi digital, serta evaluasi pembinaan secara berkelanjutan.
Ia juga menilai penyelenggaraan manasik perlu terus menyesuaikan perkembangan kebijakan haji, digitalisasi layanan, hingga meningkatnya jumlah jemaah lanjut usia.
"Manasik tidak cukup hanya menjelaskan teori. Calon jemaah perlu lebih banyak praktik dan simulasi agar siap menghadapi kondisi nyata selama berada di Arab Saudi. Di sinilah kualitas pembimbing KBIHU menjadi sangat menentukan," jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Bina Jemaah Haji Reguler Kementerian Haji dan Umrah RI, Afif Mundzir, menilai sinergi antara pemerintah dan KBIHU menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas pembinaan calon jemaah.
“Kami berharap seluruh KBIHU terus meningkatkan kualitas pembinaan sehingga jemaah Indonesia semakin siap, mandiri, tertib, dan mampu menjalankan ibadah haji dengan baik. Sinergi antara pemerintah dan KBIHU menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada jemaah,” ujar Afif.
Wibowo juga mengapresiasi pembangunan Gedung Auditorium KBIHU Babussalam NU yang diharapkan dapat menunjang kegiatan pembinaan dan manasik haji secara lebih optimal.
“Investasi terbaik dalam penyelenggaraan ibadah haji bukan hanya membangun gedung, tetapi membangun kualitas jemaah. Auditorium ini diharapkan menjadi tempat lahirnya calon-calon haji yang lebih siap, lebih mandiri, dan memahami setiap tahapan ibadah dengan baik,” ungkapnya.
Ia menambahkan Komisi VIII DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan, penganggaran, dan legislasi untuk mendukung peningkatan kualitas penyelenggaraan ibadah haji, termasuk memperkuat peran KBIHU dalam pembinaan jemaah.
Menutup paparannya, Wibowo berharap KBIHU dapat terus berperan dalam menyiapkan calon jemaah yang mandiri dan memahami pelaksanaan ibadah haji secara menyeluruh.
“Membangun gedung itu penting, tetapi yang lebih penting adalah membangun kualitas jemaah. KBIHU harus terus menjadi tempat lahirnya calon-calon haji Indonesia yang mandiri, tertib, sehat, dan pada akhirnya meraih haji yang mabrur,” ujar Wibowo.





Komentar (0)