Permata Bank (BNLI) Cetak Laba Rp1,72 Triliun hingga Juni 2026

idxchannel.com
19 jam lalu
Cover Berita

PT Bank Permata Tbk (BNLI) membukukan laba bersih sebesar Rp1,72 triliun pada semester I-2026.

PT Bank Permata Tbk (BNLI) membukukan laba bersih sebesar Rp1,72 triliun pada semester I-2026. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Bank Permata Tbk (BNLI) membukukan laba bersih sebesar Rp1,72 triliun pada semester I-2026. Perolehan tersebut naik 4,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,64 triliun, didorong oleh pertumbuhan pendapatan operasional serta efisiensi bisnis.

Sepanjang Januari-Juni 2026, Permata Bank menyalurkan kredit sebesar Rp171,2 triliun atau tumbuh 5,3 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Pertumbuhan tersebut terutama ditopang segmen korporasi yang naik 9,7 persen menjadi Rp106,4 triliun dan segmen komersial yang meningkat 5,7 persen menjadi Rp21,9 triliun.Pembiayaan usaha kecil dan menengah (UKM) pada segmen konsumer juga tumbuh 11,8 persen menjadi Rp7 triliun.

Baca Juga:
Permata Bank (BNLI) Raup Laba Rp3,6 Triliun di 2025 Terdorong Pertumbuhan Kredit

Direktur Utama PT Bank Permata Tbk Meliza M. Rusli mengatakan kinerja positif pada semester I-2026 mencerminkan kemampuan Perseroan menjaga pertumbuhan di tengah dinamika ekonomi, sekaligus memperkuat sinergi dengan Bangkok Bank Group sebagai pemegang saham pengendali.

"Kinerja semester I tahun 2026 bukan hanya mencerminkan hasil kinerja yang sehat, tetapi juga menunjukkan kepercayaan dari nasabah serta kemampuan untuk terus beradaptasi di tengah perubahan yang berlangsung cepat," katanya dalam keterangan resmi, Kamis (30/7/2026).

Baca Juga:
Bank Permata (BNLI) Siap Tebar Dividen Rp1,27 Triliun 

Dari sisi kualitas aset, rasio non-performing loan (NPL) gross dan loan at risk (LAR) masing-masing terjaga di level 2,1 persen dan 5,9 persen. Perseroan juga mempertahankan NPL coverage ratio sebesar 367,5 persen serta LAR coverage ratio sebesar 128,8 persen sebagai langkah antisipasi terhadap risiko kredit.

Likuiditas Perseroan juga tetap kuat. Rasio loan-to-deposit ratio (LDR) meningkat menjadi 90,3 persen dari 85,6 persen pada semester I-2025, sementara rasio dana murah (current account savings account/CASA) terjaga di level 57,9 persen dari total dana pihak ketiga (DPK).

Permata Bank juga mencatatkan Liquidity Coverage Ratio (LCR) sebesar 333,4 persen dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) sebesar 124 persen, jauh di atas ketentuan minimum regulator. Dari sisi permodalan, Capital Adequacy Ratio (CAR) berada di level 33 persen dengan rasio Common Equity Tier 1 (CET-1) sebesar 24,7 persen.

Sementara itu, Unit Usaha Syariah Permata Bank membukukan laba operasional sebelum provisi sebesar Rp396,2 miliar atau naik 2,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, ditopang pertumbuhan pendapatan operasional lainnya sebesar 57,5 persen.

Selain membukukan kinerja keuangan yang positif, Permata Bank bersama Bangkok Bank juga kembali menggelar Indonesia Investment & Trade Forum pada semester I-2026 guna memperkuat perdagangan bilateral serta mendorong ekspansi investasi Thailand di Indonesia.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Ben Affleck Menang 1 Juta Dolar di Celebrity Who Wants To Be A Millionaire, Seluruh Hadiah Disumbangkan
• 8 jam lalu
0
thumb
Perkuat Akurasi Penyaluran Bansos, Mendagri Dorong Percepatan Integrasi E-Government
• 4 jam lalu
0
thumb
Mendiktisaintek Dukung Pemprov DKI Kembangkan Teknologi Pengelolaan Sampah Berbasis Riset Kampus
• 13 jam lalu
0
thumb
Kapolri Kenang Eyang Meri di Malam Puncak Hoegeng Awards 2026
• 30 menit lalu
0
thumb
USU menjadi Tuan Rumah The 5th IMT-GT UNINET Council Meeting
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.