Krakatau Steel (KRAS) Raih Laba Rp160 Miliar hingga Juni 2026, Arus Kas Masih Tertekan

idxchannel.com
1 jam lalu
Cover Berita

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) mencatat laba bersih sebesar USD9,17 juta atau setara dengan Rp160 miliar pada semester I-2026.

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) mencatat laba bersih sebesar USD9,17 juta atau setara dengan Rp160 miliar pada semester I-2026. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) mencatat laba bersih sebesar USD9,17 juta atau setara dengan Rp160 miliar pada semester I-2026. Angka ini membaik dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencatat rugi bersih USD107,1 juta.

Capaian ini sejalan dengan komitmen BUMN baja tersebut menjalankan transformasi secara berkelanjutan melalui penguatan fundamental keuangan. Dukungan pendanaan modal kerja Danantara menjadi faktor yang mendorong kelancaran bahan baku, peningkatan utilisasi produksi, serta perbaikan efisiensi struktur pendanaan perseroan.

Baca Juga:
Krakatau Steel (KRAS) Bidik Investor Baja Asal China Masuk Kawasan Industri Banten

"Dukungan tersebut mendorong peningkatan kinerja perseroan," kata manajemen PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dalam keterangan resmi, Kamis (30/7/2026).

Hingga akhir Juni 2026, perseroan membukukan pendapatan usaha sebesar USD622,74 juta atau setara Rp11,15 triliun, meningkat 35,1 persendibandingkan dengan periode yang sama tahun 2025 sebesar USD460,83 juta.

Baca Juga:
Kebakaran Pabrik, KRAS Hentikan Sementara Produksi CRC Full Hard

Perseroan juga mencatat keuntungan atas penyelesaian kewajiban dipercepat dengan keringanan (haircut) atas utang restrukturisasi sebesar USD27,19 juta. Restrukturisasi tersebut turut menekan beban keuangan perseroan sebesar 32,7 persen menjadi USD47,35 juta dari USD70,35 juta padaperiode yang sama tahun sebelumnya.

Selain itu, perseroan juga membukukan pendapatan atas divestasi entitas asosiasi dan aset keuangan sebesar USD14,23 juta sebagai bagian dari strategi optimalisasi portofolio investasi dan aset Perseroan. Dengan capaian tersebut, perseroan membukukan laba bersih sebesar USD10,94 juta, berbalik dari rugi bersih sebesar USD105,38 juta pada periode yang sama tahun 2025.

Meski membaik, kondisi arus kas perseroan masih tertekan. Arus kas dari aktivitas operasi negatif USD156,9 juta, memburuk bila dibandingkan semester I-2025 yang negatif USD32,8 juta.

Kondisi ini terjadi lantaran kenaikan penerimaan kas dari pelanggan sebesar USD631,6 juta tak mampu menutup pembayaran kepada pemasok USD727,4 juta dan karyawan USD35,1 juta.

Namun, perseroan menerima utang jangka pendek USD145 juta, menarik deposito berjangka USD45,4 juta, dan menerima hasil penjualan entitas asosiasi USD16,6 juta. Alhasil, hingga Juni 2026, posisi kas dan setara kas naik USD30,8 juta menjadi USD89,4 juta.

Dengan fundamental operasional dan struktur pendanaan yang terus diperkuat, memasuki semester II, manajemen akan terus berfokus pada peningkatan kinerja operasional, penguatan struktur keuangan, optimalisasi aset, serta pengembangan bisnis untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan. Perseroan juga tetap memperhatikan tata kelola perusahaan yang baik dan penerapan manajemen risiko yang berkelanjutan.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Narapidana di Balik Layar
• 12 jam lalu
0
thumb
Guru SD di Bali Ditahan Polisi: Cabuli Siswinya Berkali-kali
• 5 jam lalu
0
thumb
Kejagung Periksa Tan Kian dan Ferry Hongkiriwang Terkait Kasus TPPU Febrie Adriansyah
• 11 jam lalu
0
thumb
Cara Mudah Cek Bansos Kemensos Tahap 3 2026, Siapkan NIK KTP Buat Lihat Status Penerima
• 10 jam lalu
0
thumb
Shenina Cinnamon dan Angga Yunanda Sambut Kelahiran Anak Pertama, Namanya Unik dan Penuh Makna
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.