Sebuah rumah di kota Lahore, Pakistan timur, ambruk saat hujan monsun lebat. Kejadian itu menewaskan 11 orang yang merupakan satu keluarga.
"Semua korban berasal dari keluarga yang sama," kata asisten komisaris di daerah tersebut, Amir Butt, dilansir AFP, Kamis (30/7/2026).
Ia mengatakan enam orang lainnya juga terluka akibat kejadian. Tim penyelamat di lingkungan yang padat penduduk itu menyisir lokasi yang rusak dan mengambil jenazah, sementara warga saling menghibur di dekatnya.
Seorang warga, Ali Ahmed, yang tinggal di dekat rumah ambruk mengatakan keluarganya dikejutkan oleh suara keras "seperti ledakan" pada malam sebelumnya.
"Kemudian kami melihat satu bagian bangunan ambruk dari satu sisi, sementara dua bagian di sisi lain juga runtuh ke lantai dasar. Beberapa saat kemudian, orang-orang mulai berteriak dan menjerit," lanjutnya.
Insiden ini menambah daftar catatan korban di Pakistan sejak 26 Juni. Total 121 orang tewas akibat insiden terkait banjir, termasuk tenggelam dan runtuhnya rumah, menurut angka resmi badan penanggulangan bencana.
Meskipun monsun musiman Asia Selatan membawa curah hujan yang diandalkan petani, perubahan iklim membuat fenomena ini semakin tidak menentu, tidak dapat diprediksi, dan mematikan di seluruh wilayah tersebut.
Banjir akibat hujan monsun lebat juga menenggelamkan sekitar selusin desa di dekat Lahore minggu ini, memaksa penduduk untuk mengungsi dari rumah mereka menggunakan perahu melewati ladang yang telah berubah menjadi hamparan air yang luas.
(eva/dek)






Komentar (0)