Militer Israel kembali dilaporkan melanggar kesepakatan gencatan senjata dengan melancarkan serangan udara di wilayah Lebanon Selatan, khususnya di sekitar kota Nabatiyeh.
Serangan tersebut memicu ledakan keras dan kepulan asap tebal di beberapa lokasi, antara lain Kfar Tibnit, Nabatiyeh al-Fauqa, Ali al-Tahir, serta kawasan sekitar Kastil Beaufort.
Pihak militer Israel mengklaim serangan udara ini merupakan balasan atas tuduhan terhadap Hizbullah yang disebut telah melancarkan serangan pesawat tak berawak (drone) ke kendaraan militer mereka.
Baca Juga :
Serangan Udara Israel Sasar Masjid di Kota Gaza
Aksi militer ini terjadi di tengah adanya komitmen diplomatik antara kedua belah pihak. Sebelumnya, Lebanon dan Israel telah menandatangani perjanjian kerangka kerja di Washington pada 26 Juni lalu. Meski demikian, pasukan Israel tetap melanjutkan rangkaian serangan di wilayah Lebanon Selatan, yang dianggap mencederai kesepakatan tersebut.





Komentar (0)