HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Bhayangkara FC mulai menunjukkan ambisi serius untuk bersaing di papan atas Super League 2026/2027.
Setelah membuat kejutan dengan finis di posisi kelima musim lalu, The Guardians kini memperkuat skuad dengan mempertahankan sejumlah pemain penting sekaligus mendatangkan amunisi baru.
Salah satu kekuatan utama yang masih dipertahankan adalah Moussa Sidibe. Penyerang asal Mali tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan Bhayangkara FC pada paruh kedua musim lalu.
Didatangkan dari raksasa Malaysia, Johor Darul Ta’zim (JDT), pada Januari 2026, Sidibe langsung menunjukkan ketajamannya.
Dalam waktu relatif singkat, pemain berusia 31 tahun itu mampu mencatatkan 19 gol dan sembilan assist dalam 15 pertandingan.
Kontribusi tersebut membuat Sidibe menjadi salah satu pemain paling berpengaruh di balik keberhasilan Bhayangkara FC menembus papan atas sebelum akhirnya menutup musim di peringkat kelima.
Performa impresif itu pula yang membuat manajemen The Guardians memutuskan mempertahankan sang bomber untuk musim baru.
“Moussa Sidibe bertahan,” tulis Bhayangkara FC saat mengumumkan kelanjutan kerja sama tersebut.
Keputusan mempertahankan Sidibe menjadi kabar buruk bagi para pesaing Bhayangkara FC. Sebab, The Guardians kini tidak hanya memiliki mesin gol yang sudah teruji, tetapi juga mendatangkan pemain dengan pengalaman dan produktivitas tinggi.
Allano Lima Jadi Senjata Baru
Kekuatan lini serang Bhayangkara FC semakin menarik setelah mereka berhasil merekrut Allano Lima dari Persija Jakarta.
Penyerang sayap asal Brasil tersebut tampil impresif bersama Macan Kemayoran pada musim 2025/2026.
Dalam 29 pertandingan, Allano Lima mencatatkan sembilan gol dan sembilan assist.
Catatan tersebut menempatkannya sebagai salah satu pemain paling produktif Persija musim lalu, hanya berada di bawah Maxwell Souza yang mencetak 16 gol dan Gustavo Almeida dengan 11 gol.
Meski tampil produktif, Allano tidak masuk dalam rencana pelatih baru Persija Jakarta, Shin Tae-yong.
Bhayangkara FC kemudian bergerak cepat mengamankan tanda tangan pemain berusia 31 tahun tersebut.
Kehadiran Allano memberikan tambahan kualitas sekaligus variasi bagi lini depan Bhayangkara FC.
Jika Paul Munster mampu memadukan karakter permainan Allano dengan ketajaman Moussa Sidibe, The Guardians berpotensi memiliki salah satu lini serang paling berbahaya pada musim depan.
Duet yang Bisa Merepotkan Pesaing
Dalam skema 4-2-3-1 yang kerap digunakan Paul Munster, Allano Lima berpeluang memainkan peran sebagai pemain sayap atau bagian dari tiga pemain di belakang penyerang utama.
Sementara itu, Sidibe bisa menjadi pemain yang bergerak lebih dekat ke kotak penalti untuk memaksimalkan peluang.
Kombinasi tersebut menghadirkan dua karakter berbeda.
Allano memiliki kemampuan bergerak dari sisi lapangan, membawa bola, menciptakan peluang, sekaligus mencetak gol. Sementara Sidibe memiliki naluri mencetak gol yang sudah terbukti sejak bergabung dengan Bhayangkara FC.
Dengan dukungan pemain lain seperti Milan Ristovski, Luke Xavier Keet, serta sejumlah pemain lokal, kedalaman lini serang The Guardians semakin menjanjikan.
Persib, Persija dan Persebaya Wajib Waspada
Ambisi Bhayangkara FC tentu tidak berhenti pada sekadar mempertahankan posisi di papan atas.
Setelah finis kelima musim lalu, target berikutnya adalah mencoba mengganggu dominasi klub-klub yang selama ini menjadi langganan persaingan papan atas.
Persib Bandung sebagai juara bertahan tiga musim beruntun tentu menjadi salah satu tim yang harus diperhitungkan.
Begitu pula Persija Jakarta yang baru saja melepas Allano Lima, serta Persebaya Surabaya yang juga tengah membangun skuad kompetitif untuk musim baru.
Bhayangkara FC bahkan berpeluang menjadi salah satu kuda hitam dalam perburuan gelar Super League 2026/2027.
Kehadiran Sidibe yang sudah memahami karakter tim serta Allano Lima yang baru datang dengan pengalaman bersama Persija membuat lini serang The Guardians memiliki kombinasi menarik antara kontinuitas dan tambahan kualitas.
Paul Munster Punya Pekerjaan Besar
Kini tantangan berada di tangan Paul Munster.
Pelatih asal Irlandia Utara itu harus menemukan formula terbaik untuk memaksimalkan potensi para pemain barunya.
Musim lalu Bhayangkara FC telah menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing dengan klub-klub besar. Namun, mempertahankan konsistensi sepanjang satu musim tentu menjadi tantangan berbeda.
Jika Sidibe mampu mempertahankan produktivitasnya dan Allano Lima kembali menunjukkan performa seperti musim lalu, Bhayangkara FC berpotensi menjadi ancaman serius bagi klub-klub papan atas.
The Guardians tidak lagi sekadar tim kejutan.
Dengan materi pemain yang semakin kuat, Bhayangkara FC mulai mengirim sinyal bahwa mereka siap ikut memanaskan persaingan Super League 2026/2027.
Dan duet Moussa Sidibe-Allano Lima bisa menjadi salah satu senjata utama mereka untuk mengganggu ambisi Persib, Persija, Persebaya, hingga klub-klub papan atas lainnya.






Komentar (0)