Kasus Hibah Sepolwan, Mantan Wakapolri Oegroseno Bantah Terima Uang dan Tanah

jpnn.com
1 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Mantan Wakapolri Komjen (Purn) Oegroseno membantah keras tuduhan menerima uang atau aset dalam proses hibah lahan Sepolwan dan pengadaan tanah pengganti Sespim Polri.

Saat ditemui di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis, ia mengatakan bahwa proses pengadaan tersebut berjalan saat ia menjabat Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri.

BACA JUGA: Oegroseno Soroti Soal Laporan Informasi pada Sidang Praperadilan Lee Kah Hin

Namun, ia membantah menerima uang maupun tanah dalam prosesnya.

"Karena saya belajar dari pemimpin-pemimpin saya sebelumnya, tidak boleh menerima uang apa pun dari masyarakat. Bukan saya munafik, ya. Ini berkaitan pekerjaan Polri, kita jangan terima uang dari masyarakat. Kemudian saya mau diberikan tanah 1.000 meter, saya tolak juga," ucapnya.

BACA JUGA: Didukung Oegroseno dan Politikus Senior, Hasto Optimistis Keadilan Terwujud

Ia menjelaskan proses hibah tanah Sepolwan Polri di Ciputat, Jakarta Selatan, kepada Pemprov DKI Jakarta sejatinya telah berakhir pada tahun 2012. Lalu, Lemdiklat Polri menerima dana hibah dari Pemprov DKI hampir senilai Rp121 miliar.

Dana tersebut digunakan untuk perbaikan sarana prasarana di Sespim Polri, Lembang, Jawa Barat, serta menambah aset sekolah tersebut.

BACA JUGA: Setuju dengan Argumen Oegroseno, Ray Rangkuti Sebut KPK Telah Melecehkan Saksi Sekjen PDIP

"Ada yang Rp25 miliar untuk pembelian tanah untuk perluasan aset barang milik negara di Sespim Polri. Jadi, tidak ada rencana pembangunan permanen di Sespim Polri," ucapnya.

Ia menambahkan perluasan aset tanah dilaksanakan melalui panitia pengadaan. Hasilnya, didapatkan 5 hektare tanah.

"Surat perintah panitia yang tanda tangan saya, tapi personel terdiri dari personel dari Logistik Polri waktu itu," ucapnya.

Setelah proses selesai, kata Oegroseno, pemilik tanah menemui dirinya dan ingin memberikan uang Rp1 miliar sebagai ucapan terima kasih.

Namun, ia menolak dan ditawarkan tanah sebagai pengganti uang terima kasih oleh pemilik tanah. Akan tetapi, ia kembali menolak sehingga tanah tersebut diberikan kepada Polri.

"Akhirnya oleh pemilik tanah, tanah tadi diberikan kepada Polri. Jadi, mungkin tambahan 1,3 hektare, salah satunya adalah pemberian dari pemilik tanah tadi," ucapnya.

Purnawirawan Polri itu juga mempertanyakan mengapa pengadaan yang telah berakhir lebih dari 10 tahun yang lalu ini diusut oleh Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri.

Padahal, proses hibah dan pengadaan lahan itu tidak bermasalah lantaran tidak pernah diperiksa oleh Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) Polri. Bahkan, tidak pernah juga diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

"Kalau saya pelajari berkaitan dengan administrasi, kemungkinan ada kesalahan administrasi. Mungkin ini ya, tapi belum saya temukan. Tapi, harusnya yang menangani awalnya harusnya Itwasum," ucapnya.

Pada Kamis ini, Oegroseno memenuhi undangan klarifikasi dari Kortastipidkor Polri dalam penyelidikan kasus dugaan korupsi terkait hibah tanah dan bangunan Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan) di Ciputat, Jakarta Selatan, serta pengadaan tanah pengganti di Lembang, Jawa Barat.

Kuasa Hukum Oegroseno, Yasena, mengatakan bahwa kliennya dicecar 17 pertanyaan oleh penyidik.

"Beliau tadi menjawabnya dengan lugas, dengan tenang, sesuai dengan apa yang ditanyakan kita jelaskan. Yang benar itu tetap benar, ya. Jadi, kebenaran itu tetap di atas segalanya, tidak bisa kita dibohongi apa pun juga," ucapnya.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
PSEL Mulai Dibangun, Pengelolaan Sampah dari Hulu Tetap Menjadi Kunci
• 1 jam lalu
0
thumb
Temui Dasco, IGTKI minta percepatan pengangkatan status guru honorer
• 6 jam lalu
0
thumb
Diakui Eks Menko Polhukam, Cara Pemerintahan Prabowo Cari Uang Terbilang Ngeri: Orang Gila Mana...
• 16 jam lalu
0
thumb
Mendagri Siapkan Kajian Revisi Gaji Kepala Daerah, Kinerja Jadi Pertimbangan
• 2 jam lalu
0
thumb
Menekraf Bekali Tim Ekspedisi Patriot 2026 Petakan Potensi Ekonomi Kreatif Transmigrasi
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.