Kritisi Kerusakan Lingkungan, Unas dan Menteri LH Bahas Arah Kebijakan Prabowo

medcom.id
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Isu lingkungan tidak cuma bisa dipandang sebagai persoalan sektoral, melainkan menjadi agenda strategis yang membutuhkan kontribusi disiplin ilmu. Perguruan tinggi bertanggung jawab menghadirkan rekomendasi kebijakan yang ilmiah, inovatif, dan mampu menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan.
 
Hal itu dibahas dalam Seminar Series bertajuk “Perspektif Kritis: Membedah Arah Kebijakan Pemerintah Prabowo Menanggulangi Kerusakan Lingkungan” di Ruang Seminar Menara UNAS Ragunan, Selasa, 28 Juli 2026 yang digelar Program Studi Doktor Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Nasional (UNAS).
 
Ini merupakan forum akademik untuk mengulas arah kebijakan pemerintah dalam menghadapi tantangan kerusakan lingkungan. Sekaligus, memperkuat kolaborasi riset dan pengembangan keilmuan di bidang politik lingkungan.

“Kami ingin memastikan bagaimana arah kebijakan Presiden Prabowo melalui kementerian terkait ke depannya," ujar Kepala Program Studi Doktor Ilmu Politik FISIP UNAS, Massa Djafar, dalam keterangan tertulis dikutip Kamis, 30 Juli 2026. 
 
Massa mengatakan melalui seminar ini, pihaknya membangun kolaborasi sekaligus merencanakan riset, baik di tingkat nasional maupun internasional. Hal itu untuk memetakan arah pengembangan lembaga dan memperkuat Program Studi Doktor Ilmu Politik. 
 
"Kami juga tengah mempersiapkan pengembangan program studi baru yang berfokus pada isu lingkungan dan keberlanjutan dengan pendekatan keilmuan serta kebijakan yang aplikatif,” ujar dia.
 

Baca Juga :

Guru Besar UIN Jakarta Sebut Eksploitasi Lahir dari Pandangan Alam Sebagai Objek
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI, Mohammad Jumhur Hidayat, memaparkan berbagai arah kebijakan pemerintah dalam memperkuat pengelolaan lingkungan hidup. Termasuk pentingnya tata kelola ekonomi yang berpihak pada masyarakat dan keberlanjutan sumber daya alam.
 
Dia menyoroti pentingnya penguatan koperasi sebagai bagian dari ekosistem pembangunan nasional. “Agen-agen penyalur subsidi pupuk dan berbagai program strategis lainnya harus disalurkan melalui koperasi agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” papar dia.
 
Jumhur juga mengungkapkan rasa bangganya sebagai alumni Universitas Nasional. “Saya bangga menjadi lulusan UNAS,” tutur dia yang disambut antusias para peserta seminar.
 
Seminar juga menghadirkan sejumlah narasumber yang membahas berbagai perspektif mengenai politik lingkungan, tata kelola sumber daya alam, pembangunan berkelanjutan, hingga tantangan implementasi kebijakan publik di era pemerintahan baru.
 
Diskusi ini berlangsung interaktif dengan melibatkan dosen, mahasiswa, peneliti, dan peserta dari berbagai institusi yang memberikan pandangan kritis terhadap upaya pemerintah dalam menanggulangi kerusakan lingkungan.
 
Forum ini diharapkan tidak hanya menghasilkan gagasan dan rekomendasi kebijakan yang konstruktif, tetapi juga menjadi awal terbangunnya kolaborasi riset nasional maupun internasional. Hal itu untuk mendukung lahirnya kebijakan lingkungan yang berkelanjutan, berbasis ilmu pengetahuan, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(REN)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Berawal dari Online, Brand Fesyen Anak Ini Bisa Ekspor ke Singapura-Malaysia
• 4 jam lalu
0
thumb
Pesan Prabowo untuk Pamong Praja Muda, Harus Mengabdi Pada Rakyat
• 20 jam lalu
0
thumb
Lawan Aston Villa, Indonesia All Stars Datangkan Eks Persib dan Dua Bintang Asing
• 22 jam lalu
0
thumb
Mariano Peralta Bertekad Bawa Persib Bandung Pertahankan Prestasi pada Musim Kompetisi Mendatang
• 8 jam lalu
0
thumb
KPK dalami penukaran uang rupiah menjadi dolar Singapura untuk Menhut
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.