Jakarta (ANTARA) - PT MRT Jakarta (Perseroda) menonjolkan aspek inklusivitas dalam pembangunan dan pengembangan Fasilitas Pejalan Kaki (Pedestrian Deck) Dukuh Atas, Jakarta.
Advisor Program Management Office Division MRT Jakarta Agus Trihan mengatakan hal tersebut tercermin dalam akses penunjang bagi pelanggan dengan disabilitas.
“Iya, jadi memang kalau untuk pelanggan dengan kebutuhan khusus, memang ada elevator, lalu kita juga membuat ramp dan eskalator. Jadi memang harusnya sudah jauh lebih nyaman,” kata Agus dalam rangkaian MRTJ Fellowship Program 2026 di Jakarta, Kamis.
Lebih lanjut, ia mengatakan hal tersebut ditujukan agar fasilitas Pedestrian Deck Dukuh Atas tidak hanya terintegrasi dengan moda transportasi publik lainnya, tapi juga sekaligus memberikan kenyamanan bagi setiap orang yang melewatinya.
Terlebih, Pedestrian Deck Dukuh Atas dibuat melingkar dengan diameter sekitar 118 meter dan lebar kurang lebih 12 meter, sehingga mobilitas para pengguna menjadi saling terhubung dan efisien.
“Ini kita tahu, ya, (karena jika) jalan naik tangga lumayan (berat bagi penyandang disabilitas). Jadi memang sekarang yang terdekat adalah (dengan penggunaan) full escalator, jadi orang akan lebih nyaman untuk naik, dan untuk yang paling kursi roda juga eskalator,” kata Agus.
“Lalu, di deck-nya juga akan ada tactile-tactile pemandu gitu, ya, untuk komitmen kepada akses difabel,” ujarnya menambahkan.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi melakukan peletakan batu pertama Pedestrian Deck Dukuh Atas berbentuk melingkar yang tepatnya terletak di Setiabudi, Jakarta Selatan, pada Minggu (21/6).
Pemerintah provinsi menargetkan fasilitas bagi pejalan kaki yang menghubungkan berbagai moda transportasi publik yakni MRT Jakarta, LRT Jakarta, LRT Jabodetabek, KRL, Transjakarta, dan kereta bandara ini rampung pada 2028.
Pedestrian deck tersebut akan menghadirkan perjalanan yang lebih mulus (seamless), sekaligus memangkas jarak dan waktu tempuh pengguna.
Baca juga: Ruang multifungsi MRT Bundaran HI hubungkan Plaza Indonesia-Kempinski
Baca juga: Pembangunan ruang multifungsi Stasiun Bundaran HI MRT Jakarta capai 22 persen
Advisor Program Management Office Division MRT Jakarta Agus Trihan mengatakan hal tersebut tercermin dalam akses penunjang bagi pelanggan dengan disabilitas.
“Iya, jadi memang kalau untuk pelanggan dengan kebutuhan khusus, memang ada elevator, lalu kita juga membuat ramp dan eskalator. Jadi memang harusnya sudah jauh lebih nyaman,” kata Agus dalam rangkaian MRTJ Fellowship Program 2026 di Jakarta, Kamis.
Lebih lanjut, ia mengatakan hal tersebut ditujukan agar fasilitas Pedestrian Deck Dukuh Atas tidak hanya terintegrasi dengan moda transportasi publik lainnya, tapi juga sekaligus memberikan kenyamanan bagi setiap orang yang melewatinya.
Terlebih, Pedestrian Deck Dukuh Atas dibuat melingkar dengan diameter sekitar 118 meter dan lebar kurang lebih 12 meter, sehingga mobilitas para pengguna menjadi saling terhubung dan efisien.
“Ini kita tahu, ya, (karena jika) jalan naik tangga lumayan (berat bagi penyandang disabilitas). Jadi memang sekarang yang terdekat adalah (dengan penggunaan) full escalator, jadi orang akan lebih nyaman untuk naik, dan untuk yang paling kursi roda juga eskalator,” kata Agus.
“Lalu, di deck-nya juga akan ada tactile-tactile pemandu gitu, ya, untuk komitmen kepada akses difabel,” ujarnya menambahkan.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi melakukan peletakan batu pertama Pedestrian Deck Dukuh Atas berbentuk melingkar yang tepatnya terletak di Setiabudi, Jakarta Selatan, pada Minggu (21/6).
Pemerintah provinsi menargetkan fasilitas bagi pejalan kaki yang menghubungkan berbagai moda transportasi publik yakni MRT Jakarta, LRT Jakarta, LRT Jabodetabek, KRL, Transjakarta, dan kereta bandara ini rampung pada 2028.
Pedestrian deck tersebut akan menghadirkan perjalanan yang lebih mulus (seamless), sekaligus memangkas jarak dan waktu tempuh pengguna.
Baca juga: Ruang multifungsi MRT Bundaran HI hubungkan Plaza Indonesia-Kempinski
Baca juga: Pembangunan ruang multifungsi Stasiun Bundaran HI MRT Jakarta capai 22 persen






Komentar (0)