Antisipasi Kemarau Kering di Jakarta, Pramono Siapkan Operasi Hujan Buatan

disway.id
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID-- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bakal menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengantisipasi dampak kemarau panjang.

Pramono mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimandologi, dan Geofisika (BMKG) untuk melakukan rekayasa cuaca dengan hujan buatan.

BACA JUGA:Pramono Siapkan Aturan Pajak Mobil Listrik, Kebijakan Baru Segera Dibahas

"Nanti akan segera kita putuskan untuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan apa rekayasa cuaca di Jakarta. Kali ini untuk membuat hujan di Jakarta," kata Pramono di Jakarta Selatan pada Kamis, 30 Juli 2026.

Pramono mengatakan, kemarau panjang ini bisa berdampak kekeringan di wilayah Jakarta. 

Dari itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI dinilai perlu mengambil kebijakan tersebut untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

BACA JUGA:Transjakarta Segera Pakai Hidrogen? Pramono Matangkan Usulan Bahlil

"Sekarang ini hampir 2-3 minggu tidak pernah ada hujan sama sekali, apalagi di hulu juga beberapa tempat terjadi kekeringan," ujarnya.

Sementara, Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Marulitua Sijabat memastikan, hingga kini belum ada wilayah di ibu kota yang mengalami kekeringan dampak kemarau panjang.

BPBD sambung Marulitua, terus memantau seluruh wilayah Jakarta dan menginformasikan peringatan dini sebagai langkah mitigasi terhadap potensi bencana yang berpotensi terjadi imbas musim kemarau.

"Saat ini masih belum ada wilayah yg mengalami kekeringan," ujarnya saat dikonfirmasi wartawan.

Sebelumnya, BMKG memprediksi puncak musim kemarau di tahun 2026 terjadi pada Agustus hingga September.

BACA JUGA:Pramono Minta Sistem Tap In-Out Kartu Kredit Diperluas ke Transjakarta dan LRT

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan, kemarau tahun ini akan lebih kering dengan durasi panjang.

"Seperti yang kami sampaikan di press rilis bulan Maret dan Mei yang lalu, bahwa puncak musim kemarau tahun 2026 ini diprediksi terjadi mayoritas pada bulan Agustus hingga September tahun 2026," kata Ardhasena saat konferensi pers pada Kamis, 30 Juli 2026.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Prabowo instruksikan ASN dan BUMN bersihkan lingkungan setiap pagi
• 4 jam lalu
0
thumb
Resep Turun-temurun Jadi Modal Pedagang Es Puter Menjaga Kuliner Tradisional Jakarta
• 4 jam lalu
0
thumb
PWI Sesalkan Deddy Sebut Wartawan ‘Sirkus’: Bisa Rendahkan Profesi Wartawan
• 3 jam lalu
0
thumb
PT Vale Catat Kinerja Keuangan Solid pada Triwulan II 2026, Perkuat Fondasi Pertumbuhan Jangka Panjang
• 11 jam lalu
0
thumb
Iran Tak Luluh Meski Ukraina Akui Salah, Kyiv Tetap Ditagih Ganti Rugi Serangan Kapal
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.