Pantau - Presiden Prabowo Subianto meminta PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengutamakan fungsi pelayanan publik bagi masyarakat dan tidak hanya berorientasi pada keuntungan finansial saat meresmikan revitalisasi Stasiun Semarang Tawang di Semarang, Jawa Tengah, Kamis.
“Kereta api harus melayani rakyat, sehingga di banyak negara kereta api itu dianggap public service, tidak semata-mata mengejar keuntungan,” ungkap Presiden Prabowo.
Presiden menegaskan moda transportasi perkeretaapian merupakan instrumen demokratisasi ekonomi nasional yang harus memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah.
“Kereta api adalah instrumen logistik yang ekonomis. Kereta api memberi manfaat kepada rakyat banyak, terutama rakyat yang berpenghasilan rendah,” katanya.
Ia meminta KAI tidak mengabaikan keterhubungan dengan kota-kota kecil di tengah upaya mengejar modernisasi dan pengembangan transportasi.
Prabowo menilai efisiensi operasional tetap harus dijaga agar layanan transportasi massal yang terjangkau dapat menjangkau masyarakat secara menyeluruh.
“Kadang-kadang dilema, ingin kereta api cepat, akhirnya kota-kota kecil tidak terlayani. Kereta api Indonesia harus benar-benar berpikir, utuh, komprehensif,” ujarnya.
Presiden menambahkan seluruh investasi, sarana, dan teknologi yang dikembangkan pemerintah harus bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan publik.
Prabowo juga mendorong investasi di sektor transportasi publik terus diperluas guna memperkuat fondasi perekonomian masyarakat secara berkelanjutan.
Revitalisasi tahap pertama bangunan cagar budaya Stasiun Semarang Tawang dikerjakan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 4 Semarang selama 240 hari sejak 5 Mei hingga 30 Desember 2025.
Stasiun Semarang Tawang pada semester pertama 2026 menjadi stasiun tersibuk keempat di Indonesia dengan lebih dari 2,15 juta aktivitas naik dan turun penumpang serta tingkat ketepatan waktu keberangkatan mencapai 99,45 persen.





Komentar (0)