Ringkasan Berita
- Harga cabai Kabupaten Kediri kembali naik akibat cuaca panas yang menyebabkan produksi dan kualitas panen menurun.
- Harga cabai rawit kini mencapai Rp38 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram, sedangkan cabai keriting naik menjadi Rp24 ribu hingga Rp25 ribu per kilogram.
- Pasokan cabai merah besar masih mencukupi sehingga harganya turun menjadi sekitar Rp22 ribu per kilogram.
- Pengelola Pasar Induk Pare memperkirakan harga cabai masih akan fluktuatif selama cuaca panas dan produksi belum kembali normal.
Kediri (beritajatim.com) – Harga cabai Kabupaten Kediri kembali mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir. Cuaca panas yang melanda sejumlah sentra produksi disebut menjadi penyebab utama menurunnya kualitas hasil panen sekaligus berkurangnya pasokan di pasar.
Kondisi tersebut membuat harga sejumlah jenis cabai mengalami kenaikan, terutama cabai rawit dan cabai keriting, meski cabai merah besar masih relatif stabil karena pasokan dinilai mencukupi.
Pedagang cabai rawit, Siti Muzdalifah (54), mengatakan kenaikan harga dipicu oleh menurunnya hasil panen akibat cuaca panas yang berkepanjangan.
“Cuacanya panas kualitas berkurang, trus yang dipanen nggak ada, sehingga ngaruh ke harga,” ujarnya, Kamis (30/7/2026).
Saat ini, harga cabai rawit berada di kisaran Rp38 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram, naik dibanding sebelumnya yang berkisar Rp30 ribu hingga Rp38 ribu per kilogram.
Hal senada disampaikan pedagang cabai lainnya, Nggor (40). Ia mengungkapkan harga cabai keriting juga mengalami kenaikan menjadi Rp24 ribu hingga Rp25 ribu per kilogram. Sementara itu, harga cabai merah besar justru turun menjadi sekitar Rp22 ribu per kilogram karena pasokan masih mencukupi. “Stok cabe kriting berkurang, kalau cabe besar InsyaAllah mencukupi, kiriman juga aman,” jelasnya.
Sementara itu, Koordinator Cabai Merah Besar Pasar Induk Pare, Henry Ariyawan, mengatakan fluktuasi harga cabai Kabupaten Kediri saat ini dipengaruhi oleh menurunnya produksi dan kualitas hasil panen di berbagai sentra produksi.
Menurutnya, cuaca panas membuat banyak cabai mengalami penyusutan sehingga kualitas yang baik menjadi semakin sulit diperoleh di pasaran.
“Musim panas banyak cabe yang kempot-kempot, sing kenting-kenting jarang. Sing apik-apik malah larang. Produksi berkurang karena cuaca panas seperti ini, kulak-kulak berkurang, seluruh titik sentra berkurang. Harga naik-turun. Kualitas menentukan harga untuk hari-hari ini,” ujarnya.
Henry memperkirakan harga cabai masih akan bergerak fluktuatif selama kondisi cuaca panas belum berubah. Meski demikian, pasokan dari luar daerah, khususnya Jawa Tengah, masih membantu menjaga ketersediaan komoditas di pasar. “Harga naik turun, tapi ini kita beruntung dapat kiriman dari Jawa Tengah,” pungkasnya.
Para pedagang berharap kondisi cuaca segera membaik agar produksi cabai kembali normal. Dengan meningkatnya hasil panen dan kualitas cabai, pasokan di pasar diharapkan kembali stabil sehingga harga dapat terkendali dan daya beli masyarakat tetap terjaga. [nm/kun]





Komentar (0)