Harga Cabai di Kabupaten Kediri Naik, Cuaca Panas Picu Pasokan Berkurang

beritajatim.com
2 jam lalu
Cover Berita

Ringkasan Berita

Kediri (beritajatim.com) – Harga cabai Kabupaten Kediri kembali mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir. Cuaca panas yang melanda sejumlah sentra produksi disebut menjadi penyebab utama menurunnya kualitas hasil panen sekaligus berkurangnya pasokan di pasar.

Kondisi tersebut membuat harga sejumlah jenis cabai mengalami kenaikan, terutama cabai rawit dan cabai keriting, meski cabai merah besar masih relatif stabil karena pasokan dinilai mencukupi.

Pedagang cabai rawit, Siti Muzdalifah (54), mengatakan kenaikan harga dipicu oleh menurunnya hasil panen akibat cuaca panas yang berkepanjangan.

“Cuacanya panas kualitas berkurang, trus yang dipanen nggak ada, sehingga ngaruh ke harga,” ujarnya, Kamis (30/7/2026).

Saat ini, harga cabai rawit berada di kisaran Rp38 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram, naik dibanding sebelumnya yang berkisar Rp30 ribu hingga Rp38 ribu per kilogram.

Hal senada disampaikan pedagang cabai lainnya, Nggor (40). Ia mengungkapkan harga cabai keriting juga mengalami kenaikan menjadi Rp24 ribu hingga Rp25 ribu per kilogram. Sementara itu, harga cabai merah besar justru turun menjadi sekitar Rp22 ribu per kilogram karena pasokan masih mencukupi. “Stok cabe kriting berkurang, kalau cabe besar InsyaAllah mencukupi, kiriman juga aman,” jelasnya.

Sementara itu, Koordinator Cabai Merah Besar Pasar Induk Pare, Henry Ariyawan, mengatakan fluktuasi harga cabai Kabupaten Kediri saat ini dipengaruhi oleh menurunnya produksi dan kualitas hasil panen di berbagai sentra produksi.

Menurutnya, cuaca panas membuat banyak cabai mengalami penyusutan sehingga kualitas yang baik menjadi semakin sulit diperoleh di pasaran.

“Musim panas banyak cabe yang kempot-kempot, sing kenting-kenting jarang. Sing apik-apik malah larang. Produksi berkurang karena cuaca panas seperti ini, kulak-kulak berkurang, seluruh titik sentra berkurang. Harga naik-turun. Kualitas menentukan harga untuk hari-hari ini,” ujarnya.

Henry memperkirakan harga cabai masih akan bergerak fluktuatif selama kondisi cuaca panas belum berubah. Meski demikian, pasokan dari luar daerah, khususnya Jawa Tengah, masih membantu menjaga ketersediaan komoditas di pasar. “Harga naik turun, tapi ini kita beruntung dapat kiriman dari Jawa Tengah,” pungkasnya.

Para pedagang berharap kondisi cuaca segera membaik agar produksi cabai kembali normal. Dengan meningkatnya hasil panen dan kualitas cabai, pasokan di pasar diharapkan kembali stabil sehingga harga dapat terkendali dan daya beli masyarakat tetap terjaga. [nm/kun]


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Bantuan Rp 4,2 Juta Diberikan Kepada Warga Singapura Sebagai Respons Terhadap Lonjakan Harga Energi
• 4 jam lalu
0
thumb
Episode Terakhir Lautan Cinta Tembus 3 Besar Rating, Jadi Sinetron Nomor 1 SCTV
• 10 jam lalu
0
thumb
Komisi II DPR Rapat dengan Mendagri Hari Ini, Bahas TKD hingga Nasib PPPK
• 11 jam lalu
0
thumb
MK gelar sidang pengucapan putusan 20 permohonan uji materi hari ini
• 10 jam lalu
0
thumb
Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Wanita di Indekos Grogol Jakbar, Ternyata Suami Korban
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.