Bantuan Rp 4,2 Juta Diberikan Kepada Warga Singapura Sebagai Respons Terhadap Lonjakan Harga Energi

narasi.tv
4 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah Singapura memberikan dukungan finansial senilai S$ 900 juta atau Rp 12,6 triliun (asumsi kurs Rp 14.000) untuk masyarakat. Bantuan ini dirancang untuk membantu masyarakat dalam mengatasi lonjakan harga energi yang berdampak pada biaya hidup sehari-hari.

Mengutip dari The Strait Times, pada Kamis (30/7), bantuan tersebut diberikan dalam bentuk salah satu voucher Community Development Council (CDC) senilai S$ 300 atau sekitar Rp 4,2 juta per rumah tangga. Voucher tersebut dapat dipakai belanja di pedagang lokal hingga supermarket.

Selain pemberian voucher, pemerintah juga menambahkan potongan tagihan utilitas yang akan diterapkan pada bulan Oktober 2026 dan Januari 2027. Pemerintah memberikan hibah tunai minimal S$ 500 atau sekitar Rp 7 juta kepada UKM yang mempekerjakan pekerja lokal. Selain itu, pedagang di pusat jajanan dan pasar tradisional mendapatkan bantuan sewa hingga S$ 1.200 atau setara Rp 16,8 juta.

Alokasi dan Besaran Paket Bantuan Pemerintah

Paket bantuan yang dikeluarkan pemerintah Singapura mencapai total S$ 900 juta atau sekitar Rp 12,6 triliun (dengan kurs Rp 14.000 per dolar Singapura). Dari jumlah tersebut, sekitar dua pertiganya dialokasikan untuk membantu rumah tangga yang mengalami dampak langsung dari kenaikan harga energi. Sisanya dialokasikan untuk memberikan dukungan kepada dunia usaha, khususnya UKM yang paling rentan terhadap kenaikan biaya operasional.

Paket bantuan ini merupakan paket kedua yang diluncurkan pada tahun 2026. Jika digabungkan dengan paket bantuan sebelumnya yang diumumkan pada bulan April, total dukungan pemerintah mencapai sekitar S$ 2 miliar. Jumlah ini disiapkan terpisah dari program-program dalam Anggaran Nasional 2026.

Kondisi Ekonomi dan Latar Belakang Kebijakan

Menteri Kedua Bidang Keuangan Singapura, Jeffrey Siow, menyatakan dunia memang berhasil menghindari skenario terburuk berupa eskalasi konflik dan gangguan serius terhadap pelayaran di Teluk Persia. Namun, situasi masih rapuh karena gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran belum mudah tercapai.

"Pemerintah memperkirakan harga energi global akan tetap tinggi, yang akan berdampak pada kenaikan biaya bensin, solar, listrik, serta sejumlah barang impor," ujar Siow.

Meski demikian, Siow mengatakan ekonomi Singapura masih tumbuh lebih baik dari perkiraan. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama 2026 tercatat sebesar 6,3%, dan diperkirakan tumbuh 5,7% pada kuartal kedua. Faktor utama yang mendorong pertumbuhan ini adalah investasi yang kuat di sektor kecerdasan buatan (AI).

Dalam kondisi ini, pemerintah Singapura menilai pelaku usaha, terutama UKM, lebih rentan terhadap gangguan rantai pasok dan kenaikan biaya energi yang dapat membebani operasional mereka.

Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong, menegaskan bahwa paket bantuan ini diluncurkan sebagai respons terhadap gejolak di Timur Tengah yang berdampak pada harga energi dan kondisi domestik.

"Langkah-langkah ini melengkapi berbagai dukungan yang telah kami berikan sebelumnya. Saya berharap bantuan ini dapat memberikan kepercayaan diri yang lebih besar kepada masyarakat Singapura saat kita bersama-sama menghadapi periode penuh ketidakpastian ini," kata Wong dalam unggahan di Facebook.

Untuk dunia usaha, pemerintah juga meningkatkan porsi penjaminan risiko pinjaman dari 50% menjadi 70% pada dua skema pembiayaan bisnis, serta memperluas skema pinjaman proyek untuk proyek konstruksi di dalam negeri.

 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
4 Rekomedasi Drama Korea Tentang Korupsi, Salah Satunya Dibintangi Bae Doo Na dan Raih Rating Tinggi
• 9 jam lalu
0
thumb
Hindari Fitnah! Kepala BGN Sudaryono Larang Mitra MBG Mengadu via Japri
• 4 jam lalu
0
thumb
Ungkapan Suara Hati Neymar usai Putuskan Pensiun dari Timnas Brasil: Saya Mengakhiri di Sini
• 3 jam lalu
0
thumb
Ekonom: 30% Tekanan Rupiah Bersumber dari Luar Negeri
• 1 jam lalu
0
thumb
Bobby Nasution Harapkan Entry Meeting Ombudsman Jadi Instrumen Evaluasi Pelayanan Publik
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.