Jangan Cuma Pegang Dada, Kenali Lima Gejala Unik Serangan Jantung pada Wanita yang Kerap Sering Dianggap Sepele

harianfajar
2 jam lalu
Cover Berita

Jangan Cuma Pegang Dada, Kenali Lima Gejala Unik Serangan Jantung pada Wanita yang Sering Dianggap Sepele

MAKASSAR, HARIAN FAJAR — Serangan jantung kerap diidentikkan dengan nyeri hebat di dada sebelah kiri yang datang secara tiba-tiba. Padahal, tanda-tanda darurat medis ini tidak selalu sama pada setiap orang. Khususnya bagi wanita, gejala serangan jantung sering kali muncul dalam bentuk yang tak terduga dan kerap disangka sebagai penyakit ringan biasa.

Berdasarkan data dan panduan kesehatan terkini dari Healthline, nyeri dada atau rasa sesak memang tetap menjadi gejala paling umum. Namun, wanita memiliki peluang lebih besar untuk merasakan kombinasi gejala lain yang jauh dari bayangan banyak orang.

Berikut adalah rangkuman tanda-tanda serangan jantung pada wanita yang wajib diwaspadai:

1. Nyeri di Luar Area Dada (Rahang hingga Bahu)

Selain dada yang terasa seperti tertekan, diremas, atau seperti mengalami heartburn (panas di dada), wanita juga rentan merasakan nyeri atau ketidaknyamanan di bagian tubuh lain. Area tersebut meliputi:

Bahkan, sebuah studi tahun 2018 menunjukkan bahwa nyeri bahu, tenggorokan, dan punggung dua kali lebih sering dialami oleh wanita yang terkena serangan jantung jenis STEMI dibandingkan pria.

2. Gejala “Samaran” yang Sering Disangka Masuk Angin

Banyak wanita tidak menyadari bahwa tubuhnya sedang mengalami serangan jantung karena gejala yang muncul mirip dengan kelelahan biasa atau gangguan pencernaan. Beberapa gejala tambahan yang patut diwaspadai meliputi:

Faktor Risiko yang Perlu Diperhatikan

Faktor risiko umum seperti riwayat keluarga, pola makan buruk, dan kurang olahraga berlaku bagi siapa saja. Namun, wanita usia 18 hingga 55 tahun memiliki tingkat kerentanan lebih tinggi jika memiliki kondisi medis penyerta seperti gagal ginjal, PPOK (penyakit paru obstruktif kronis), kondisi autoimun, kanker, atau masalah kesehatan mental.

Selain itu, tekanan darah tinggi yang muncul saat kehamilan atau penggunaan pil KB, penurunan hormon estrogen pasca-menopause yang memicu kolesterol tinggi, serta riwayat diabetes dan obesitas juga menjadi pemicu kuat.

Mengapa Angka Kematian Wanita Cenderung Lebih Tinggi?

Ulasan dari American Heart Association (AHA) mencatat fakta mengejutkan yakni sekitar 26 persen wanita meninggal dalam kurun waktu satu tahun setelah serangan jantung pertama mereka (dibandingkan pria yang berada di angka 19 persen). Dalam lima  tahun, angka kematian wanita melonjak hingga 47 persen.  

Perbedaan tajam ini terjadi karena beberapa faktor, di antaranya keterlambatan dalam mengenali gejala pada wanita, risiko penanganan yang kurang optimal, serta minimnya keterwakilan perempuan dalam riset-riset penyakit jantung sebelumnya.

Jika Anda atau orang di sekitar Anda menunjukkan gejala-gejala mencurigakan di atas, jangan ragu untuk segera menghubungi layanan darurat atau bawa ke IGD terdekat. Penanganan medis yang cepat dan tepat adalah kunci utama penyelamatan nyawa.

Tetap jaga kesehatan jantung Anda dengan pola hidup aktif, konsumsi makanan bergizi, dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan! (*Nin)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Jakarta IP Market 2026 Bidik Kolaborasi Global, Dorong IP Lokal Tembus Pasar Komersial
• 3 jam lalu
0
thumb
Barang Negara Senilai Rp1,06 T di 12 K/L Rusak Akibat Bencana Sumatera
• 11 jam lalu
0
thumb
Lima Kota Paling Berpolusi di Indonesia Pagi Ini, Masuk Daftar Terburuk Dunia
• 8 jam lalu
0
thumb
Amran: Untung Rp 2 T Perusahaan Bukan Bisnis, tapi Rampas Hak Rakyat
• 6 jam lalu
0
thumb
Mendagri Buka Kans Revisi PP Gaji Kepala Daerah, Dikaitkan Kinerja dan PAD
• 21 menit lalu
0
Berhasil disimpan.