Surabaya (beritajatim.com) – Di tengah percepatan teknologi kecerdasan buatan yang mengubah tatanan kehidupan, peran media tak lagi cukup hanya menjadi penyampai informasi. Media kini dipanggil untuk menjadi bagian dari mesin penggerak pembangunan, khususnya ekonomi kreatif. Demikian ditegaskan Vicky Arief Herinadharma, Ketua Harian Indonesia Creative Cities Network (ICCN)—yang akrab disapa Sam Vicky—dalam acara Jatimedia Summit yang digelar di Hotel Whiz Luxe, Kamis (30/7/2026).
Sam Vicky hadir mewakili Ketua Umum ICCN yang berhalangan hadir karena baru saja dipercaya menjabat sebagai Direktur Utama TVRI. Dalam pemaparannya, ia menempatkan media sebagai pilar kelima dalam kerangka kerja sama enam pihak atau hexa helix, bersama akademisi, pelaku usaha, komunitas, pemerintah, dan lembaga keuangan. “Media bukan sekadar corong, melainkan pemain utama dalam ekosistem,” ujarnya.
Jawa Timur kini berada di momentum istimewa. Bappenas telah menetapkan provinsi ini sebagai wilayah prioritas pengembangan ekonomi kreatif nasional, sekaligus menjadi salah satu dari tiga penyumbang terbesar pertumbuhan sektor tersebut di tingkat nasional. Dukungan lain hadir lewat Kawasan Ekonomi Khusus Singasari—kawasan pertama di Indonesia yang berfokus pada pengembangan digital dan pendidikan—serta jejaring ICCN yang menjangkau 254 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia.
Di Jawa Timur sendiri, jejaring ini telah tumbuh merata. Sejak 11 tahun lalu, benih kolaborasi tumbuh lewat Malang Creative Fusion, diikuti Surabaya Creative Network, Trenggalek Creative Network, hingga Pacitan. Saat ini sudah tercatat 34 jejaring aktif dan ditargetkan mencapai 38 pada akhir tahun agar seluruh wilayah di provinsi ini saling terhubung.
Ia mencontohkan keberhasilan Malang yang dulunya memiliki angka pengangguran dan kemiskinan tinggi, kini bertransformasi menjadi Kota Kreatif Dunia bidang Seni Media versi UNESCO. Hal itu lahir dari perencanaan matang. Komite Ekonomi Kreatif Kota Malang yang dibentuk melalui keputusan wali kota merumuskan peta jalan lewat 63 kali diskusi mendalam selama tiga tahun. Peta jalan itu kemudian melahirkan Malang Creative Center yang dibangun dengan anggaran sekitar Rp140 miliar secara bertahap.
Kini gedung itu menjadi rumah bersama yang terbuka untuk seluruh Indonesia. Setiap bulan tercatat 1.100 hingga 1.300 kegiatan yang dibiayai secara mandiri oleh pelaku usaha. Sebanyak 60 persen pesertanya berasal dari Malang Raya, sedangkan sisanya dari berbagai penjuru negeri. Dalam tiga tahun, tempat ini telah menampung lebih dari 20 ribu kegiatan dan memberi manfaat bagi sekitar 1,2 juta orang.
Merujuk pada hal itu, Sam Vicky mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur segera membentuk Komite Ekonomi Kreatif tingkat provinsi yang berfungsi merumuskan peta jalan potensi daerah, bukan sekadar menjadi pelaksana program.
Menanggapi perubahan model bisnis media yang semakin tergerus—pendapatan iklan konvensional menurun drastis dan perhatian publik terpecah—ia mengajak lebih dari 200 media yang hadir untuk bersatu. Ia mengusulkan pembentukan Jatim Kreatif Media Kolektif, sebuah aliansi strategis yang mengubah pola dari persaingan terpisah menjadi kekuatan kolektif.
“Kita tidak lagi bersaing sendiri-sendiri, melainkan bersatu mengumpulkan kekuatan layaknya koperasi Mondragon untuk berkompetisi di tingkat nasional,” ujarnya.
Aliansi ini memungkinkan media bekerja sama dalam penciptaan konten bersama, penyelenggaraan acara terpadu, hingga penguasaan data lokal yang menjadi kekuatan utama, seperti pangkalan data UMKM, direktori komunitas, kalender acara, profil talenta, hingga peluang investasi.
Sam Vicky menegaskan marwah jurnalisme yang independen dan objektif tetap dijaga. Namun, media bisa membangun sumber pendapatan baru melalui manajemen acara, agensi kreatif, hingga riset daerah.
“Media lokal dulu sering dianggap sekadar pendukung, padahal membangun daerah dan membangun bangsa harus dimulai dari daerah. Dan ekonomi kreatif adalah jawabannya, karena ia tidak bergantung pada alam, melainkan pada kreativitas manusia,” tegasnya. [uci/kun]





Komentar (0)