BMKG Ingatkan Ancaman Karhutla di Puncak Kemarau, Ini Daerah yang Bisa Terdampak

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Hingga 28 Juli 2026, BMKG mencatat sebanyak 4.900 titik panas yang terkonsentrasi di sejumlah provinsi.

BMKG Ingatkan Ancaman Karhutla di Puncak Kemarau, Ini Daerah yang Bisa Terdampak. (Foto: Istimewa)

IDXChannel—Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan peningkatan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjelang puncak kemarau. 

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyampaikan bahwa hingga 28 Juli 2026, BMKG mencatat sebanyak 4.900 titik panas yang terkonsentrasi di Kalimantan Barat, Riau, Papua Selatan, Aceh, dan Kalimantan Timur.

Baca Juga:
Sejumlah Wilayah di Jawa Dilanda Karhutla, Belasan Hektare Lahan Hangus Terbakar

“Kondisi ini perlu diwaspadai menjelang puncak kemarau di bulan Agustus hingga September sebagai indikasi awal potensi kebakaran hutan dan lahan,” kata Faisal dalam konferensi pers, Kamis (30/7/2026).

Faisal memperkirakan risiko karhutla mencapai puncaknya pada Agustus hingga September 2026, dengan wilayah terdampak meluas di Sumatra dan Kalimantan.

Baca Juga:
El Nino Menguat, BMKG: Waspada Karhutla hingga Angin Kencang Sampai Awal Agustus

“Risiko kebakaran hutan dan lahan diperkirakan mencapai puncak pada Agustus sampai September 2026 dengan wilayah terdampak meluas di Sumatra dan Kalimantan, khususnya Riau, Sumatra Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Papua Selatan,” ujar dia.

Selain itu, Faisal mengatakan bahwa BMKG juga memantau sebaran partikulat asap akibat karhutla yang saat ini terutama terdeteksi di Kalimantan Barat untuk mendukung langkah antisipasi. 

Baca Juga:
Prabowo Panggil Menhut hingga Kepala BMKG, Bahas Potensi Karhutla Jelang Kemarau

“Mitigasi kebakaran hutan dan lahan dengan operasi modifikasi cuaca adalah upaya komplementer dengan upaya pemadaman titik api langsung di daratan, jika operasi modifikasi cuaca tidak mungkin dilakukan dari segi faktor cuaca dan keberadaan awan di lokasi tersebut,” ungkapnya. 

Sebagai bagian dari upaya mitigasi, Faisal mengatakan BMKG tengah melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Sumatra Selatan dan Kalimantan Tengah dengan dukungan pendanaan dari Kementerian Kehutanan dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). 

Dia menegaskan operasi modifikasi cuaca merupakan langkah komplementer yang dilakukan bersamaan dengan pemadaman langsung di lapangan apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan pelaksanaan OMC. 

Upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi bersama BNPB, TNI-Polri, Kementerian Kehutanan, serta Kementerian Lingkungan Hidup.

“Upaya pemadaman ini juga dilakukan berkoordinasi dengan BNPB, TNI-Polri, Kementerian Kehutanan, dan Kementerian Lingkungan Hidup. Jadi untuk pemadaman titik api yang langsung di darat, BMKG bekerja sama dengan berbagai kementerian dan lembaga terkait,” pungkasnya.


(Nadya Kurnia)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Gandeng TNI- Polri, BGN Kaji Skema MBG untuk Anak di Daerah Rawan Konflik Papua
• 19 jam lalu
0
thumb
Foto: Setelah 35 Tahun, Teater Koma Hidupkan Lagi Karya Rumah Sakit Jiwa
• 7 jam lalu
0
thumb
Yang Sejauh Ini Diketahui soal KPK OTT Bupati Pemalang
• 12 jam lalu
0
thumb
Waspada! Ini Penyebab Terbanyak 100 Kebakaran di Depok Sepanjang Januari-Juni 2026
• 19 jam lalu
0
thumb
Polisi Tetapkan Anggota DPRD Medan Jadi Tersangka Kasus Pengeroyokan
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.