3.500 Penampil Menyatukan Warna-warni Budaya Malaysia dalam Citrawarna 2026

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Dentuman musik tradisional mulai terdengar. Satu per satu penari memasuki kawasan Dataran Merdeka dengan balutan busana adat yang penuh warna. Di atas panggung dan sepanjang jalur parade, ribuan penampil menampilkan tarian, musik, hingga atraksi budaya yang menggambarkan keberagaman Malaysia.

Sebanyak 3.500 penampil dari 13 negara bagian dan tiga Wilayah Persekutuan berkumpul dalam Citrawarna 2026. Festival budaya terbesar di Malaysia ini kembali hadir setelah terakhir digelar pada 2022 di Kuching, Sarawak.

Festival yang menjadi bagian dari kampanye Visit Malaysia 2026 ini bukan hanya menjadi ajang selebrasi budaya masyarakat Malaysia.

Lebih dari 700 wisatawan internasional, termasuk media, pelaku industri pariwisata, hingga content creator dari berbagai negara, turut diundang melalui Program Mega Fam untuk merasakan langsung kekayaan budaya Malaysia.

Festival tersebut dihadiri langsung oleh Perdana Menteri Malaysia, YAB Dato' Seri Anwar Ibrahim, serta Menteri Pelancongan, Seni dan Budaya Malaysia, YB Dato Sri Tiong King Sing, sebagai bentuk dukungan terhadap salah satu agenda pariwisata terbesar negeri jiran itu.

Mengajak Wisatawan Merasakan Malaysia Lebih Dalam

Bagi Tourism Malaysia, Mega Fam bukan sekadar perjalanan familiarization trip. Program ini dirancang agar peserta benar-benar mengenal Malaysia melalui pengalaman langsung.

Deputy Director General (Promotion II) Tourism Malaysia, Mr. Lee Thai Hung, mengatakan pihaknya ingin memperkenalkan konsep experiential tourism, yaitu perjalanan yang tidak hanya berfokus pada destinasi populer, tetapi juga pengalaman yang lebih mendalam.

"Pelancongan sekarang bukan sekadar datang, mengambil gambar, lalu pulang. Kami ingin wisatawan merasakan pengalaman yang lebih mendalam di setiap destinasi," ujar Lee.

Karena itu, peserta Mega Fam diajak mengunjungi berbagai destinasi yang mungkin belum banyak dikenal wisatawan Indonesia. Salah satunya adalah kebun durian di Bentong, Pahang, hingga pusat pameran durian yang baru dibuka. Di sana, peserta diajak mengenal sejarah, proses budidaya, hingga perkembangan durian sebagai salah satu ikon kuliner Malaysia.

Selain wisata gastronomi, Lee juga menilai Malaysia memiliki banyak potensi lain, mulai dari wisata kesehatan, pendidikan, hingga leisure travel yang semakin diminati wisatawan Indonesia.

Malaysia dan Indonesia Saling Mendukung Sektor Pariwisata

Di tengah tantangan industri pariwisata global akibat situasi geopolitik, Lee mengatakan kawasan ASEAN tetap menjadi kekuatan utama bagi sektor pariwisata Malaysia.

"Kalau dikatakan tidak ada dampak tentu tidak benar. Tetapi ASEAN mempunyai hubungan yang kuat. Malaysia dan Indonesia saling berkunjung dan saling mendukung sebagai satu keluarga Nusantara," katanya.

Menurutnya, kedekatan budaya dan akses yang mudah membuat Indonesia tetap menjadi salah satu pasar wisata terpenting bagi Malaysia.

Melalui Mega Fam Programme, Tourism Malaysia berharap peserta dari Indonesia dapat mengenal lebih banyak destinasi dan pengalaman wisata yang mungkin belum banyak diketahui sebelumnya, serta merasakan langsung berbagai pengalaman yang ditawarkan Malaysia.

Reporter: Muthia Firdaus


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Dorong Literasi Anak, Mahasiswa Unhas Terapkan Program Membaca Nyaring di Pinrang
• 21 jam lalu
0
thumb
Ford Umumkan Harga Resmi 4 Mobil Premium Baru di GIIAS 2026, Intip Pricelist-nya
• 21 jam lalu
0
thumb
Resmi! MK Larang Program MBG Menggunakan Anggaran Pendidikan di APBN
• 9 menit lalu
0
thumb
Hasil Port FC vs Persija 2-2: Macan Kemayoran Raih 1 Poin usai Tertinggal 2 Gol
• 22 jam lalu
0
thumb
Tan Kian dan Ferry Boboho Diperiksa Terkait Kasus TPPU Febrie
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.