JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah menegaskan kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi kunci untuk mempercepat pembangunan kawasan transmigrasi.
Hal itu disampaikan Iftitah dalam acara Pelepasan dan Pembekalan Tim Ekspedisi Patriot Nasional 2026 di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Kamis (30/7/2026).
"Kami ingin memberikan pesan yang kuat bahwa kolaborasi yang erat antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat akan memberikan percepatan pembangunan dan kemanfaatan untuk rakyat yang lebih baik," ujar Iftitah.
Baca juga: Lepas Tim Ekspedisi Patriot 2026, AHY: Data Lapangan Jadi Fondasi Kebijakan Transmigrasi
Ia mencontohkan kolaborasi yang dilakukan Pemerintah Kota Batam sebagai bukti bahwa pembangunan dan investasi dapat berjalan beriringan dengan penyelesaian persoalan sosial di masyarakat.
Menurut Iftitah, salah satu kontribusi program transmigrasi di Batam adalah membantu meredakan konflik sosial melalui penataan kawasan serta pemberian kepastian bagi masyarakat.
"Kita ingin memberikan pesan juga bahwa ada kemanfaatan atas pembangunan dan investasi yang dilakukan di suatu daerah," katanya.
Iftitah menjelaskan, pelaksanaan program transmigrasi kini tidak lagi menggunakan pendekatan dari pemerintah pusat kepada daerah, melainkan berdasarkan usulan dari pemerintah daerah.
Baca juga: Dorong Hilirisasi Kawasan Transmigrasi, Pendiri Jababeka Beberkan Tiga Kunci Sukses di Sesi Pembekalan TEP 2026
Dalam kesempatan itu, Kementerian Transmigrasi juga menghadirkan Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Indonesia, Wang Lutong, sebagai pembicara.
Menurut Iftitah, kehadiran Wang bertujuan memberikan gambaran mengenai peluang investasi di kawasan transmigrasi.
Ia mengatakan, Tiongkok merupakan salah satu negara dengan nilai investasi terbesar di Indonesia.
Karena itu, pemerintah berupaya memperkenalkan potensi pembangunan di Indonesia Timur kepada calon investor, tidak hanya di sektor pertambangan, tetapi juga pertanian, pariwisata, hingga pengembangan sumber daya manusia.
Baca juga: Sukseskan Pembangunan Kawasan Transmigrasi, Kepala BMKG Bekali TEP 2026 dengan Karakter Iklim
"Saya sudah berkeliling bersama Pak Dubes ke Papua, Maluku, hingga Nusa Tenggara Timur. Tujuan kami memberikan gambaran nyata mengenai Indonesia Timur yang juga membutuhkan sentuhan investasi," kata Iftitah.
Sementara itu, Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Indonesia Wang Lutong menilai program transmigrasi berpotensi menjadi bidang kerja sama baru antara Indonesia dan Tiongkok.
Menurut Wang, kedua negara memiliki komitmen yang sama dalam pengentasan kemiskinan dan revitalisasi kawasan pedesaan.
"Baik presiden maupun pemerintah dari kedua negara sama-sama berkomitmen kuat terhadap pengentasan kemiskinan dan revitalisasi pedesaan. Oleh karena itu, menurut saya transmigrasi bisa menjadi bidang kerja sama baru antara Tiongkok dan Indonesia," ujar Wang.






Komentar (0)