JAKARTA, KOMPAS.com - Puluhan pedagang di Pasar Ikan Asin Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, terlihat sedang berduduk santai menanti pembeli.
Dari puluhan lapak yang ada, hanya beberapa pedagang yang sedang melayani satu hingga dua pembeli.
Padahal dulu, Pasar Ikan Asin Kalibaru Cilincing selalu disesaki pembeli sepanjang harinya.
Baca juga: Akhir Pelarian Komplotan Keluarga Pencuri Rp 1,2 Miliar di Jakbar, 20 Tahun Jadi Maling
Salah satu pedagang bernama Abdullah Yanto (57), mengatakan masa kejayaan Pasar Ikan Asin Kalibaru terjadi sekitar tahun 1970-an.
"Ini pusat ikan asin, sebelum Muara Angke, di sini dulu. Muara Angke itu pindahan dari orang sini," ucap dia ketika diwawancarai Kompas.com di lokasi, Rabu (29/7/2026).
Yanto bilang, masa kejayaan Pasar Ikan Asin Kalibaru berlangsung hingga tahun 1990-an.
Sebab dulu, berbagai jenis ikan begitu mudah didapatkan di Perairan Cilincing dan harganya sangat murah.
Hal itu lah yang membuat pedagang dari berbagai daerah seperti, Bandung, Bogor, Sukabumi, Cirebon, dan lainnya, rela datang jauh-jauh ke pasar ini.
Yanto bilang, dulu pedagang jarang sekali menganggur, karena hampir setiap lapak dipenuhi oleh para pembeli.
Baca juga: Kala Satpam Bundaran HI Tolak Tawaran Kerja Dedi Mulyadi, Saya Sudah Nyaman
Masa kejayaan pasar ikan asinPara pedagang dari berbagai daerah itu rela berdesak-desakan demi mendapat stok ikan asin dengan harga murah dan berkualitas.
Pembeli yang datang pun berbelanja dalam jumlah yang banyak, karena untuk stok dijual kembali di daerah masing-masing.
"Zaman tahun 1970-an enak sekali. Dulu orang belanja itu satu orang bisa satu mobil, kalau sekarang cuma satu kantong, ya Istighfar saja," sambung Yanto.
Oleh karena itu, di tahun tersebut banyak pedagang yang tak menjual ikan asinnya secara eceran.
Rata-rata, para pedagang paling sedikit menjual ikan asin sebanyak 50 kilogram hingga 1 kuintal.
Baca juga: Kala Satpam Bundaran HI Tolak Tawaran Kerja Dedi Mulyadi, Saya Sudah Nyaman
Kondisi saat iniPedagang ikan asin itu menilai, masa kejayaan pasar tempatnya berjualan sudah benar-benar habis.
Pasalnya saat ini, sudah jarang sekali orang dari luar kota yang berbelanja di Pasar Ikan Asin Kalibaru.
Sekalinya ada satu hingga dua pembeli yang berasal dari Bekasi dan Bogor, jumlah belanjaannya pun tak sebanyak dulu.
"Sekarang belanja paling banyak lihat saja itu, hanya satu kantong-kantong saja. Paling-paling kiloan, paling banyak 10 kilogram," ujar Yanto.






Komentar (0)