Chandra Asri Group Raup Pendapatan USD5,3 Miliar pada Semester I

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group) membukukan pendapatan sebesar USD5,3 miliar pada semester I-2026 di tengah volatilitas industri petrokimia global. Emiten berkode saham TPIA ini juga mencatatkan EBITDA sebesar USD802,6 juta dan laba bersih mencapai USD371,2 juta.
 
Kinerja tersebut ditopang oleh diversifikasi portofolio bisnis di sektor energi, kimia, dan infrastruktur, yang didukung disiplin eksekusi, integrasi aset strategis, serta ekspansi usaha berkelanjutan. Perseroan menilai strategi tersebut memperkuat posisinya sebagai penyedia solusi industri terintegrasi sekaligus mendukung transformasi menjadi perusahaan regional di sektor energi, kimia, dan infrastruktur.
 
"Di tengah volatilitas industri global, fokus kami tidak hanya menjaga kinerja jangka pendek, tetapi juga memastikan setiap langkah transformasi berjalan secara disiplin untuk membangun fondasi pertumbuhan yang semakin kuat dan terdiversifikasi," ujar Group CFO dan Direktur Chandra Asri Group Andre Khor dalam keterangan tertulis, Kamis, 30 Juli 2026.
 
"Kinerja semester pertama 2026 menunjukkan strategi tersebut berhasil memperkuat model bisnis terintegrasi perseroan sekaligus mencerminkan transformasi Chandra Asri Group menjadi platform regional di bidang energi, kimia, dan infrastruktur," tambah dia.
 
Andre mengatakan perseroan akan terus menjalankan strategi pertumbuhan melalui investasi yang disiplin, penguatan struktur permodalan, serta penyelesaian proyek-proyek strategis, termasuk Chandra Asri Alkali–Ethylene Dichloride (CA-EDC), untuk meningkatkan daya saing di Asia Tenggara.
 

Baca Juga :

Naik 22,8%, Pendapatan CDIA Tembus USD82,1 Juta di Semester I-2026
  Perkuat struktur permodalan  
Sejalan dengan strategi jangka panjang, Chandra Asri Group menyelesaikan penerbitan final Obligasi Berkelanjutan V yang mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed).
 
Perseroan juga meningkatkan porsi saham yang beredar di publik (free float) menjadi 25,7 persen. Langkah tersebut diharapkan memperkuat fleksibilitas pendanaan, meningkatkan likuiditas perdagangan saham, memperkuat tata kelola perusahaan, serta meningkatkan daya tarik bagi investor domestik maupun global.
 
Di sektor kimia, pembangunan pabrik Chandra Asri Alkali–Ethylene Dichloride (CA-EDC) telah mencapai progres 72 persen dan memasuki tahap pembangunan infrastruktur utama. Proyek yang masuk kategori Proyek Strategis Nasional (PSN) itu ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada 2027.
 
Selain itu, perseroan telah mengambil Final Investment Decision (FID) untuk proyek ekspansi ekspor C2 senilai USD80 juta. Investasi tersebut ditujukan untuk meningkatkan kapasitas ekspor, memperkuat fleksibilitas rantai pasok, serta mengoptimalkan integrasi operasi Aster di Singapura dengan fasilitas hilir Chandra Asri Group di Indonesia.
 
Pada sektor energi, Chandra Asri Group melanjutkan integrasi pascaakuisisi melalui penyatuan jaringan SPBU Esso dan fasilitas cold storage guna memperkuat kapabilitas mobilitas energi serta efisiensi rantai pasok.
 
Perseroan juga melanjutkan pembangunan proyek Condensate Splitter Unit (CSU) dan revitalisasi Single Buoy Mooring (SBM) di Pulau Bukom. Kedua proyek tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal IV 2026.
 
Apabila telah beroperasi, kedua fasilitas itu diproyeksikan memberikan tambahan EBITDA sekitar USD20 juta per bulan sehingga meningkatkan kontribusi segmen energi terhadap kinerja perusahaan.


(Kompleks petrokimia Chandra Asri Pacific. Foto: dok Chandra Asri Pacific)
  Infrastruktur jadi mesin pertumbuhan  
Pada sektor infrastruktur, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDI) terus memperkuat ekspansi bisnis di bidang kepelabuhanan, penyimpanan, logistik, dan maritim.
 
CDI memperluas kolaborasi strategis dengan SCG Barito Logistics (SBL) dan Krakatau Bandar Samudera (KBS). Perseroan juga mencatat progres pembangunan fasilitas tangki bitumen sebesar 75 persen serta menyelesaikan pelayaran perdana kapal Novah untuk memperkuat layanan logistik.
 
Selain itu, pembentukan kemitraan strategis Aster Power bersama Sembcorp dan CDI serta mulai beroperasinya Aster Ports & Terminals sejak 1 Juli 2026 menjadi fondasi baru dalam pengembangan platform infrastruktur regional.
 
Chandra Asri Group menilai diversifikasi portofolio bisnis, penyelesaian proyek-proyek strategis, serta disiplin pengelolaan keuangan memperkuat posisi perseroan untuk menciptakan pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan.
 
Perseroan juga menargetkan penguatan daya saing regional, penciptaan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan, serta dukungan terhadap pengembangan industri dan ketahanan ekonomi di Asia Tenggara.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kebijakan LTJ Bikin Ekspor Mineral Terhambat, Industri Minta Dilakukan Bertahap
• 19 menit lalu
0
thumb
Kiai Zulfa Pimpin Doa di Depan Prabowo, Ara: Aspirasi Pak Nusron Jelang Acara NU
• 19 menit lalu
0
thumb
Kabid Geologi ESDM Jatim Jadi Tersangka Baru Pungli Perizinan
• 22 jam lalu
0
thumb
Kemenperin Rilis 33 Kawasan Industri Baru dalam 3 Tahun, Investasi Rp 6.800 T
• 1 jam lalu
0
thumb
Viral Ugal-ugalan usai Tabrak Lari di Bandung, Pajero yang Dikejar Ternyata Korban Geng Motor
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.