IHSG Berbalik Menguat ke Level 6.110, Investor Cermati Sinyal The Fed hingga Memanasnya Konflik Timur Tengah

viva.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya bergerak di zona hijau pada awal perdagangan Kamis (30/7/2026). Setelah mengalami tekanan pada sesi sebelumnya, indeks utama Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat 18,89 poin atau 0,31 persen ke posisi 6.110,28.

Kenaikan tersebut juga diikuti oleh kelompok saham unggulan. Indeks LQ45 tercatat naik 2,52 poin atau 0,42 persen sehingga berada di level 609,04.

Baca Juga :
IHSG Tertekan Lagi, Ditutup di 6.100 pada Perdagangan Sesi II Sore Ini
IHSG Makin Tertekan di Penutupan Sesi I, Anjlok 0,6 Persen ke Level 6.093

Pergerakan positif IHSG terjadi ketika pelaku pasar memilih bersikap wait and see menjelang sejumlah agenda ekonomi penting dunia yang diperkirakan akan memengaruhi arah pasar keuangan dalam beberapa hari ke depan.

Transaksi Awal Perdagangan Masih Didominasi Saham Menguat

Berdasarkan data BEI hingga pukul 09.00 WIB, IHSG berada di level 6.110,28 atau meningkat 0,31 persen dibandingkan posisi penutupan sebelumnya yang berada di level 6.091,38.

Pada awal perdagangan, nilai transaksi mencapai sekitar Rp112,17 miliar. Sementara volume perdagangan tercatat sebanyak 231,41 juta saham yang diperdagangkan melalui 22.007 kali transaksi.

Pergerakan saham juga menunjukkan kondisi yang lebih kondusif dibandingkan hari sebelumnya. Sebanyak 234 saham mengalami kenaikan harga, sedangkan 88 saham melemah. Adapun 274 saham lainnya bergerak stagnan. Komposisi tersebut mengindikasikan bahwa tekanan jual mulai mereda pada awal sesi perdagangan.

Sentimen Global Masih Menjadi Penentu Arah Pasar

Meski IHSG berhasil dibuka menguat, pelaku pasar masih dihadapkan pada berbagai faktor eksternal yang membayangi pergerakan pasar keuangan global.

Salah satu perhatian utama datang dari meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Situasi memanas setelah kapal tanker gas Amerika Serikat dilaporkan dihantam drone di Mesir. Ketegangan kemudian berlanjut dengan aksi saling serang rudal yang melibatkan Iran, militer Amerika Serikat, serta Arab Saudi.

Eskalasi konflik tersebut memunculkan kekhawatiran terhadap terganggunya pasokan energi global. Dampaknya langsung tercermin pada lonjakan harga minyak mentah dunia.

Minyak Brent melonjak 7,9 persen hingga mencapai US$90,74 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 6,56 persen ke level US$84,46 per barel. Kenaikan harga energi ini dinilai berpotensi memicu tekanan inflasi baru di berbagai negara.

Sikap Hawkish The Fed Masih Membayangi Investor
Baca Juga :
IHSG Tertekan, Ini Deretan Saham yang Masuk Radar Rekomendasi untuk Hari Ini
IHSG Dibuka Menguat Berpotensi Rebound, Bursa Asia Lesu dan Wall Street Bergerak Variatif
IHSG Dibuka Menguat Siap Tes Resistance, Bursa Asia Menguat dan Wall Street Variatif

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Brigadir EWS Tewas Dianiaya Senior, Polda Jambi Tetapkan 6 Orang Tersangka
• 21 jam lalu
0
thumb
Prabowo: KAI Punya Peran Signifikan di Kehidupan Modern, Ekonomis, Bantu Rakyat
• 4 jam lalu
0
thumb
BPDP: Sebanyak 41% Perkebunan Sawit Nasional Dikelola Masyarakat
• 19 jam lalu
0
thumb
Amran: Ada Mafia Jual Beras Fortifikasi Rp 42 Ribu/Kg, Kerugian Capai Rp 71,9 T
• 2 jam lalu
0
thumb
DPR Tampung Keluhan Warga Bandung soal Pertanian hingga Kehutanan
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.